Follow our news chanel

Previous
Next

Penelitian arkeologis diperkenalkan kepada generasi milenial

Suasana sosialisasi penelitian arkeologi bertajuk "Inspirasi Arkeologi" di SMKN 5 Jayapura, Abepura, Kota Jayapura, Selasa (5/11/2019) - Jubi/Timo Marten.
Penelitian arkeologis diperkenalkan kepada generasi milenial 1 i Papua
Suasana sosialisasi penelitian arkeologi bertajuk “Inspirasi Arkeologi” di SMKN 5 Jayapura, Abepura, Kota Jayapura, Selasa (5/11/2019) – Jubi/Timo Marten.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Balai Arkeologi (Balar) Papua melakukan sosialisasi hasil penelitian arkeologis kepada siswa SMKN 5 Jayapura.

Sosialiasi yang dilakukan di SMKN 5 Jayapura, Abepura, Selasa (5/11/2019) bertujuan untuk memperkenalkan hasil peninggalan masa lalu agar bisa dikembangkan lagi menjadi karya kreatif kekinian.

Kepala Balai Arkeologi Papua, Gusti Made Sudarmika mengatakan sosoliasi dilakukan khusus untuk SMK 5 Jayapura. Namun tidak menutup kemungkinan dapat dilakukan hal yang sama kepada sekolah-sekolah lain di Papua.

Sosialisasi bertujuan untuk memperkenalkan penelitian arkeologi agar dikembangkan menjadi seni kreatif bagi anak-anak muda di sekolah-sekolah.

“Maka kami melakukan sosialisasi untuk dielaborasi lagi menjadi karya kreatif yang bernilai ekonomis,” kata Made.

Menurut dia, antara masa lalu, masa kini dan masa depan terkoneksi satu sama lain bagi orang-orang yang berkompeten di bidang seni, sehingga dapat dikembangkan lagi menjadi karya seni kreatif.

Loading...
;

Kegiatan bertajuk “Inspirasi Arkeologi untuk SMKN 5 Jayapura” tersebut dilakukan dengan menghadirkan ratusan siswa/i SMKN 5 Jayapura dengan pemateri Kepala Balar Papua Made Sudarmika, yang menyampaikan tentang pembangunan peradaban dalam perspektif penelitian arkeologi, dan pemateri lainnya, peneliti Hari Suroto dengan materi inspirasi arkeologi sebagai produk ekonomi kreatif.

Suroto mengatakan, motif-motif prasejarah seperti yang terlukis pada tinggalan megalitik Tutari (Kabupaten Jayapura) dapat dijadikan sebagai sumber kreativitas, yaitu dikreasikan menjadi motif batik, sablon kaos, lukisan kulit kayu, mural, dan stiker.

“Selain itu motif-motif gerabah Papua yang sudah punah, bisa dihidupkan kembali, dan bisa diterapkan pada gerabah Abar. Motif-motif gerabah ini bisa dikreasikan juga sebagai motif batik Papua,” ujar Suroto.

Suroto berpendapat, siswa SMK punya nilai lebih dibandingkan sekolah lainnya, sebab setelah lulus sekolah, mereka bisa mandiri, sehingga dengan mendapatkan pengetahuan baru tentang tinggalan arkelogi, maka akan timbul ide baru dalam mengembangkan kreativitas mereka.

Kegiatan itu dikemas dengan pemaparan materi, games atau permainan dan tanya jawab seputar arkeologi. Ketua panitia sosialisasi Sri Chiirullia Sukandar bahkan memberi apresiasi kepada kepala sekolah dan guru-guru yang menyediakan tempat dan meluangkan waktunya, serta mengizinkan para siswanya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Untuk yang model begini iya baru pertama, maksudnya kami datang ke sekolah tujuan, tetapi untuk sosialisasinya sendiri sudah sering kami lakukan, baik di kegiatan rumah peradaban, maupun pameran,” katanya. (*)

 

Editor : Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top