Penembakan Intan Jaya, puluhan anggota TNI Batalyon Infantri 400 Raider sudah dipanggil

Papua
Ilustrasi jejak lubang peluru di lokasi penembakan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani - Jubi/Dok. Komnas HAM

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Tim Penguatan Proses Hukum Mabes TNI Angkatan Darat sudah memanggil 21 personel Batalyon Infantri 400 Raider terkait kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremia Zanambani, di Intan Jaya, Papua. Pemanggilan itu dilakukan melali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III yang menaungi operasi di wilayah Papua.

“Telah melakukan pemanggilan terhadap 21 orang personel Yonif 400 Rider untuk dilakukan pemeriksaan berdasarkan Surat Danpuspomad tanggal 3 Desember 2020 kepada Pangkogabwilhan III,” kata Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko, di Gedung Puspom AD, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Baca juga :Danpuspomad sebut kekerasan prajurit TNI di Papua dilakukan dengan keji

Penembakan pendeta di Intan Jaya dilaporkan di Sidang Dewan HAM PBB

TGPF Intan Jaya datangi lokasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani

Menurut Dodik, Kogabwilhan berjanji akan menghadirkan 21 orang itu dalam pemeriksaan maksimal Februari 2021 pascarotasi tim satuan tugas. “Pemeriksaan paling lambat awal bulan Februari tahun 2021 setelah dilakukan rotasi Satgas,” kata Dodik menambahkan.

Loading...
;

Selain akan memeriksa 21 Anggota Yonif 400 Raider, Dodik mengatakan pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 personel Satuan Tugas Penebalan Apter BKP XVII Cendrawasih.

Kematian Pendeta Yeremia sempat memicu saling tuduh, antara dari TNI maupun organsiasi Papua merdeka. Dodik menyebut, berdasarkan pada bukti lain di luar otopsi yang belum bisa dilakukan dan diperkuat oleh keterangan saksi, ia memastikan akan menangkap oknum yang terlibat dan membawanya ke penyidik Polisi Militer Angkatan Darat.

“Kasusnya akan dilimpahkan kepada penyidik Polisi Militer Angkatan Darat untuk ditindaklanjuti dengan proses hukum,” kata Dodik menegaskan.

Tercatat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang bertugas melakukan investigasi penembakan Intan Jaya.

TGPF bentukan Mahfud sudah menyerahkan laporannya dan menyinggung soal dugaan keterlibatan oknum aparat. Hasil investigasi Komnas HAM lebih eksplisit menyebut penembak Yeremaia adalah Wakil Danramil Hitadipa Alpius. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top