Follow our news chanel

Previous
Next

Penembakan pangkalan militer AS, Raja Salman keluarkan perintah penyelidikan

Ilustrasi penembakan - IST
Penembakan pangkalan militer AS, Raja Salman keluarkan perintah penyelidikan 1 i Papua
Ilustrasi penembakan – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi– Raja Arab Saudi Salman telah memerintahkan layanan keamanan agar berkoordinasi dengan otoritas AS menyelidiki penembakan di pangkalan militer Florida. Perintah itu disampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jum’at (6/12/2019) lalu. Raja Salman juga telah meyakinkan Trump bahwa pelaku penembakan itu tidak mewakili rakyat Saudi.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menyatakan Raja Salman menyatakan kesedihan sekaligus penyesalannya atas peristiwa penembakan tersebut.

“Yang Mulia menegaskan bahwa pelaku aksi keji ini tidak mewakili rakyat Saudi, yang menganggap warga Amerika sebagai teman dan juga sekutu,” bunyi pernyataan.

Baca juga : Penembakan di depan SD Washington diduga kasus KDRT

Penembakan di Washington DC menelan korban

Bayi berusia 17 bulan jadi korban penembakan di Texas

Loading...
;

Kedutaan Arab Saudi di Washington  menyebutkan Raja telah mengarahkan layanan keamanan agar bekerja sama dengan lembaga Amerika terkait untuk mengungkap informasi yang akan membantu menyingkap penyebab serangan mengerikan itu.

Sementara itu seorang anggota Pasukan Udara Kerajaan Saudi yang menjalani latihan militer di Amerika Serikat menjadi tersangka penembakan, yang menewaskan empat orang dan melukai delapan orang lainnya di pangkalan udara Angkatan Laut AS di Florida.

Pelaku dilengkapi dengan pistol dan tewas di tangan deputi polisi yang merespons insiden di Pangkalan Angkatan Laut Pensacola, penembakan mematikan kedua di instalasi militer AS pekan ini, demikian AL dan kantor polisi setempat.

Gubernur Florida Ron DeSantis mengatakan tersangka merupakan warga negara Saudi yang menjalani latihan di pangkalan tersebut sebagai bagian dari program AL jangka panjang yang terbuka untuk sekutu AS.

“Pemerintah Arab Saudi perlu melakukan yang terbaik bagi para korban ini. Mereka akan berutang di sini, mengingat ini adalah salah satu dari orang mereka,” kata DeSantis saat konferensi pers.

FBI mengatakan pihaknya memimpin penyelidikan insiden tersebut, yang berlangsung di dua lantai bangunan kelas di pangkalan untuk latihan.

Laporan awal “penembak aktif” di pangkalan diterima oleh petugas polisi Escambia County sekitar pukul 6:51 waktu setempat dan tak lama deputi sherif menembak mati tersangka di dalam kelas pangkalan tersebut.

Penembak diduga Letda Mohammed Saeed Alshamrani, menurut pejabat AS yang akrab dengan kasus tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan. (*)

editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top