HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Penerimaan CASN melalui sistem daring dinilai abaikan aspirasi masyarakat Papua

Foto lustrasi aparatur sipil negara di Papua - Jubi. Dok
Penerimaan CASN melalui sistem daring dinilai abaikan aspirasi masyarakat Papua 1 i Papua
Foto lustrasi aparatur sipil negara di Papua – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan hak asasi manusia Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Yonas Nusy menilai penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara atau CASN yang menerapkan pendaftaran tes dengan sistem daring atau online mengabaikan aspirasi masyarakat Papua. Pendaftaran tes sistem daring merugikan pendaftar tes CASN dari wilayah yang akses internetnya buruk.

Nusy menyatakan buruknya akses internet di sebagian besar wilayah di Papua telah dilaporkan Gubernur Papua, Ketua Majelis Rakyat Papua, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), bersama seluruh bupati dan wali kota di Papua saat bertemu Presiden Joko Widodo pada pada 5 Oktober 2018. Dalam pertemuan di Istana Bogor itu, para kepala daerah di Papua itu telah meminta pendaftaran tes CASN di Papua dilakukan secara luring atau offline, dan Presiden menyetujui permintaan itu.

Penerimaan CASN melalui sistem daring dinilai abaikan aspirasi masyarakat Papua 2 i Papua

“Namun kini setelah pendaftaran CASN wilayah Papua dibuka, pendaftaran, melengkapi berkas dan sejumlah tahapan lainnya dilakukan daring. Hanya tesnya saja yang dilakukan secara luring,” kata Nusy, Sabtu (27/4/2019).

Nusy menilai Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB) keliru menterjemahkan keinginan presiden. Nusy menegaskan masyarakat Papua bukan tidak ingin ada kemajuan, namun sebagian besar wilayah Papua memang belum memiliki jaringan internet memadai untuk menerapkan pendaftaran tes CPNS secara daring. “Pendaftaran kali ini sama saja, menyulitkan calon pendaftar di wilayah yang akses internetnya sulit,” ujarnya.

Meski pemerintah kabupaten/kota di Papua telah mengumumkan 80 persen ketersediaan formasi CASN akan diprioritaskan bagi orang asli Papua, Nusy khawatir pendaftaran tes CASN dengan sistem daring akan membuat orang asli Papua gagal mendaftarkan diri. Sebaliknya, pendaftar tes CASN dari luar Papua justru diuntungkan karena bisa mendaftar secara daring. “Tata cara penerimaan CASN ini perlu ditinjau kembali,” ujar Nusy.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Nicolaus Wonda mengatakan, pendaftaran CASN formasi 2018 dibukan untuk umum. Siapa pun boleh mendaftar namun harus sesuai syarat yang ditentukan. “Perekrutan CASN ini merupakan wewenang pemerintah pusat, sehingga jangan ada pelamar yang terpedaya dengan calo,” kata Nicolaus Wenda. (*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top