Penetapan DPO kasus penganiayaan warga Biak cacat hukum

Keluarga Edward Rumbiak saat mendatangi Polsek Biak Kota - Jubi. Dok LBH Kyadawun.
Penetapan DPO kasus penganiayaan warga Biak cacat hukum 1 i Papua
Keluarga Edward Rumbiak saat mendatangi Polsek Biak Kota – Jubi. Dok LBH Kyadawun.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kuasa hukum Septinus Rumbiak (53), terdakwa dugaan penganiayaan terhadap seorang warga di Kabupaten Biak Numfor, Papua mempertanyakan munculnya nama Edward Rumbiak yang masuk daftar pencarian orang atau DPO dalam kasus itu.

Pernyataan itu dikatakan kuasa hukum terdakwa, Imanuel Rumayom dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kyadawun Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Biak Selatan, yang memberikan pendampingan hukum kepada terdakwa.

“Edward Rumbiak ini hanya saksi dalam kasus Septinus Rumbiak bersama dua warga lain. Tidak pernah dijadikan tersangka. Akan tetapi tiba-tiba dinyatakan sebagai DPO. Inilah yang dipertanyakan keluarga,” kata Imanuel Rumayom kepada Jubi via teleponnya, Selasa (26/11/2019).

Menurut Rumayom, pihaknya baru mengetahui jika Edward Rumbiak ditetapkan sebagai DPO saat membaca surat dakwaan terhadap Septinus Rumbiak.

“Dari saksi tiba-tiba dijadikan DPO tanpa penetapan tersangka lebih dulu,” ujarnya.

Tidak hanya pihak keluarga Septinus Rumbiak yang mempertanyakan munculnya DPO dalam kasus tersebut. Keluarga Edward Rumbiak, juga telah dua kali mendatangi Polsek Biak Kota pada 21 dan 22 November 2019. Namun tidak mendapat jawaban pasti.

Loading...
;

Kata Rumayom, beberapa hari setelah pihak keluarga mendatangi Polsek Biak Kota, polisi kemudian mengeluarkan keluar Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atau SPDP.

“Inikan rancu. Orang yang sudah ditetapkan sebagai DPO, SPDP-nya baru keluar. Seolah penyidikan baru dimulai dari awal. Kami menilai penetapan DPO ini cacat hukum. Tidak prosedural,” ucapnya.

Pihaknya juga merasa heran, meski telah ditetapkan sebagai DPO sejak beberapa pekan terakhir, akan tetapi hingga kini tak ada upaya kepolisian menangkap Edward Rumbiak. Padahal yang bersangkutan setiap harinya berada di Kota Biak.

“Polisi tahu rumah Edward Rumbiak dan sering bertemu dengannya,” ucapnya.

Sementara kakak kandung terdakwa, Albert Rumbiak mengatakan sejak awal pihaknya sudah merasa ada yang janggal dalam kasus Septinus Rumbiak. Kejanggalan semakin terlihat ketika Septinus Rumbiak dijerat pasal pengeroyokan. Padahal dari keterangan saksi terdakwa melakukan penganiyaan seorang diri.

“Pertama, ia ditangkap tanpa ada surat penangkapan yang disampaikan kepada keluarga. Tembusan SPDP-nya juga tidak diserahkan ke kami. Kami menduga munculnya DPO dalam kasus ini, hanya untuk memenuhi pasal pengeroyokan yang dipakai menjerat Septinus Rumbiak,” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top