Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pengacara: Jakub dianiaya di tahanan Polres Jayawijaya

Sidang putusan sela majelis hakim terhadap Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal, Kamis (7/2/2019) yang harus ditunda-Jubi/Islami
Pengacara: Jakub dianiaya di tahanan Polres Jayawijaya 1 i Papua
Sidang putusan sela majelis hakim terhadap Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal, Kamis (7/2/2019) yang harus ditunda-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Sidang putusan sela majelis hakim Pengadilan Negeri Wamena terhadap terdakwa Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal yang dijadwalkan Kamis (7/2/2019) harus batal digelar, dikarenakan ada seorang hakim anggota berhalangan hadir akibat sakit. Persidangan ditunda hingga Senin (11/2/2019).

Namun di persidangan itu, tim penasehat hukum Jakub Fabian Skrzypski di hadapan ketua majelis hakim mengungkapkan bahwa kliennya itu mendapat penganiayaan di dalam tahanan Polres Jayawijaya oleh sejumlah oknum anggota Polisi berseragam Brimob.

Seusai sidang yang ditunda itu, tim penasehat hukum Jakub Fabian Skrzypski, Latifa Anum Siregar menjelaskan, dari pengakuan terdakwa penganiayaan dengan cara memukul dilakukan terhadap Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal di dalam sel tahanan Polres.

“Pemukulan dilakukan sejak tanggal 30 dan 31 Januari 2019. Mereka memukul sambil bertanya kepada Jakub dan Simon siapa yang melakukan transaksi amunisi, padahal jelas di dakwaan tidak disebut jual beli amunisi,” kata Anum Siregar.

Selaku kuasa hukum terdakwa, Anum menekankan seharusnya polisi tunduk dan patuh pada proses hukum yang sedang berjalan.

“Kalau di Rutan Polres yang dianggap merupakan tempat yang paling aman saja sudah tidak aman bagi tahanan, harus percaya kemana lagi? Apalagi kan tidak bisa sembarang orang ataupun anggota yang masuk ke rumah tahanan Polres,” katanya.
Menurutnya memang sel tahanan tidak dibuka, namun keduanya dipanggil mendekat ke jeruji. Lalu kerah baju terdakwa ditarik dan dipukul.

“Harus ada pertanggungjawaban polisi sebagai aparat penegak hukum. Seharusnya lebih tahu sehingga bisa menghormati itu, bagaimana klien kami tidak merasa nyaman di tempatnya, padahal tempat itu kita rasa paling aman dan kami mendapatkan informasi ini dari para terdakwa sendiri,” ujarnya.

Loading...
;

Tim kuasa hukum lainnya, Yance Tanoye menambahkan kliennya itu sudah harus dilimpahkan ke lembaga permasyarakatan. Namun pihak Lapas menyebutkan sudah penuh, dimana melihat kasus ini eskalasi politiknya tinggi sehingga kedua terdakwa dititipkan di Rutan Polres Jayawijaya.

“Kami pertanyakan kinerja kepolisian, kami sudah menyampaikan masalah ini kepada hakim dan kami minta klien kami dipindahkan ke Lapas Wamena karena sebagai penasehat hukum, kami ragu jika klien kami tetap berada dalam Rutan Polres Jayawijaya,” ujar Tenoye.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya membantah tuduhan pemukulan itu. Menurutnya, tidak ada sangkut paut anggota Brimob melakukan hal itu. Dia mengklaim selama penahanan terdakwa di Polres semua telah sesuai prosedur.

“Tidak mungkin kita melibatkan Brimob dalam melakukan investigasi, mengancam agar yang bersangkutan mengaku itu sangat tidak benar,” kata Tonny Ananda.

Untuk sterilisasi Rutan polres Jayawijaya sendiri, menurutnya sangat tertutup bahkan pengamanannya sangat baik. Tidak bisa sembarang anggota yang masuk. Jika pun ada anggota polisi yang masuk, semua harus seijin Kapolres.

“Saya saja baru tahu hal ini, tidak semena-mena semua anggota bisa menengok ke sel, karena itu ada bagian tersendiri. Kalaupun ada, pasti ada penyampaian-penyampaian,” sanggahnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top