Follow our news chanel

Pengamat sebut China diuntungkan jika Trump kembali jadi presiden

Ilustrasi Donald Trump, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pengamat politik dan hubungan internasional Universitas Bucknell, Zhu Zhiqun menilai kemenangan Trump justru menjadi keuntungan bagi China.  Zhu menilai kemenangan itu merupakan kesempatan China untuk meningkatkan posisi globalnya sebagai juara di berbagai bidang. “China memiliki kesempatan untuk meningkatkan posisinya sebagai juara globalisasi, multilateralisme, dan kerja sama internasional,” ujar Zhu dilansir dari AFP, Selasa (20/10/2020).

Baca juga :Kebijakan Trump tarif produk Cina menuai protes dari perusahaan dagang AS

China balas beri sanksi ke sejumlah warga dan anggota senat AS

Trump teken RUU seruan sanksi China terhadap Muslim Uighur

Masa jabatan kedua Trump menurut Zhu bisa memberi China lebih banyak waktu untuk bangkit sebagai kekuatan besar di panggung dunia. Saat Trump dihujani kritik atas kepemimpinan AS terutama dalam menangani pandemi virus corona, China malah tampil sebagai pemimpin dunia. Mereka berhasil mempresentasikan negaranya sebagai juara perdagangan bebas dan pemimpin dalam perang melawan perubahan iklim. Hal itu juga dimanfaatkan China yang berjanji untuk membagikan vaksin Covid-19 ke negara-negara miskin.

Ahli China dari Harvard Kennedy School Amerika Serikat, Philippe Le Corre juga setuju dengan pendapat itu. Ia menilai perpanjangan kebijakan ‘America First’ Trump akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi China.

Loading...
;

Trump sering menjadi bahan olok-olokan warga Tiongkok. Kaum nasionalis China secara terbuka bersorak, atau mencemooh Trump.

“Anda dapat membuat Amerika menjadi eksentrik dan dengan demikian membuat dunia membecinya,” kata Pemimpin Redaksi Global Times, Hu Xijin, lewat tweet yang ditujukan kepada Trump.

Donald Trump pun dicemooh di media sosial China yang sangat disensor sebagai ‘Jianguo’, yang berarti “membantu membangun China”. Ia tidak diragukan lagi telah menimbulkan penderitaan ekonomi dan politik di China.

“China telah kehilangan banyak sekali dalam rencana perdagangan dan teknologinya,” kata analis politik yang berbasis di Beijing, Hua Po.

Januari lalu, AS dan China menandatangani kesepakatan yang membawa gencatan senjata parsial dalam perang dagang. Kesepakatan itu mewajibkan Beijing untuk mengimpor tambahan $200 miliar atas produk Amerika selama dua tahun, mulai dari mobil hingga mesin dan minyak hingga produk pertanian.

Amerika juga menyasar perusahaan teknologi China dengan menyebutnya sebagai ancaman keamanan. Salah satunya aplikasi berbagi video TikTok AS yang dimiliki oleh perusahaan induk China Bytedance. Raksasa ponsel Huawei juga termasuk dalam daftar sasaran Trump.

Permusuhan meluas ke pertahanan dan hak asasi manusia, dengan Taiwan, Hong Kong dan perlakuan terhadap minoritas Muslim Uighur China semuanya dikomentari oleh AS.

Namun China kemungkinan tidak akan mendapatkan banyak keuntungan jika Trump kalah dari penantangnya Joe Biden. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top