Follow our news chanel

Pengamat sepak bola minta Alan Haviluddin diberhentikan

Pelatih kiper Persipura Jayapura, Alan Haviluddin (kanan) – Jubi/Roy Ratumakin.
Pengamat sepak bola minta Alan Haviluddin diberhentikan 1 i Papua
Pelatih kiper Persipura Jayapura, Alan Haviluddin (kanan) – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Hasil kurang memuaskan yang didapatkan Persipura pada tujuh laga di kompetisi Shopee Liga 1 2019 mendapat tanggapan dari mantan pemain dan juga pengamat sepakbola Papua, Nico Dimo.

Menurut mantan penjaga gawang Persipura Jayapura tersebut, Persipura telah mengalami kebobolan sebanyak 13 gol dari tujuh laga yang sudah dijalani. 13 gol tersebut didapatkan kala Persipura tumbang atas tuan rumah Persib Bandung (3-0), bermain imbang dengan tuan rumah Persela Lamongan (2-2), ditahan imbang tim tamu PSS Sleman (1-1), kalah dari tuan rumah PS Tira-Persikabo (2-1), meraih hasil imbang kedua kalinya melawan tim tamu Semen Padang FC (1-1), kalah lagi melawan tuan rumah Arema FC (3-1), dan terakhir ditahan imbang tim tamu Perseru Badak Lampung FC (1-1). Sedangkan Persipura hanya bisa memasukan tujuh gol di tujuh laga tersebut.

Melihat hal itu, Nico Dimo berharap agar manajemen Persipura Jayapura juga melakukan evaluasi dari kerja sang pelatih kiper Alan Haviluddin, bila perlu menurut Nico Dimo, sang pelatih harus dipecat dan mencari pelatih kiper yang baru.

“Hasil imbang dan kekalahan yang dialami Persipura Jayapura, diharapkan Ketum Persipura untuk juga meng”out”kan pelatih kiper Persipura, Alan Haviluddin,” kata Nico Dimo kepada Jubi melalui pesan singkatnya, Jumat (12/7/2019) malam.

Kata Dimo, terpuruknya penampilan tim Persipura tentu juga merupakan rentetan dari kinerja pelatih kiper yang juga tidak berkerja secara maksimal.

“Membimbing dan mencetak seorang penjaga gawang yang mampu tampil cemerlang dan memberi kepercayaan dirinya disektor terakhir dari pertahanan belakang tim Persipura rasa dia tidak bisa diharapkan,” ujarnya.

Loading...
;

Selain itu menurutnya, penjaga gawang milik Persipura saat ini dari penampilan mereka belum ada yang bisa dikategorikan masuk kiper utama, semuanya tampil tidak memberi kepercayaan diri.

“Coret adalah langkah yang segera dilakukan oleh manajemen jika ingin menghadirkan seorang penjaga gawang yang tercipta dengan kemampuan yang luar biasa,” katanya.

Persoalan lain, kata Dimo, Alan Haviluddin tidak mampu berkontribusi selama beberapa tahun menjadi pelatih kiper Persipura dengan tidak menjadi anak asli Papua berdiri menjadi benteng terakhir di kompetisi.

“Kebobolan dari tujuh pertandingan begitu mudah terjadi dalam setiap pertandingan Persipura, memberi gambaran bahwa pelatih kiper perlu di evalusi. Untuk apa membayar seorang pelatih kiper tetapi tiap pertandingan tim kalah kalah karena kebanyakan kebobolan. Kata kunci out,” ujarnya.

Ketua Persipura Mania Wilson Samonsabra kepada Jubi mengatakan, hasil negatif yang didapatkan Persipura karena terlalu banyaknya pergantian pelatih dari masa ke masa, sehingga pola latihan dari pelatih satu ke pelatih yang lain berganti-ganti.

“Saya berharap, dengan pelatih yang ada harus dipertahankan, karena kalau ganti pelatih terus juga kasihan. Bulan ini pemain latihan lain, bulan besok latihan dengan materi latihan yang lain karena perombakan ditubuh jajaran pelatih. Pemain itu bukan besi, pemain juga manusia, ada rasa jenuhnya juga. Jadi saya berharap, skuad yang ada (jajaran pelatih dan pemain) dipertahankan,” katanya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top