Follow our news chanel

Previous
Next

Pengawasan lingkungan untuk pembangunan perumahan dinilai penting

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Frans Pekey, saat mengecek persiapan kegiatan. - Jubi/Ramah
Pengawasan lingkungan untuk pembangunan perumahan dinilai penting 1 i Papua
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Frans Pekey, saat mengecek persiapan kegiatan. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Permukiman merupakan titik awal suatu kota tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Bila tidak dilakukan pengawasan, bisa menyebabkan rusaknya lingkungan akibat penebangan pohon yang tentunya berdampak pada persaingan masyarakat, untuk mendapatkan tempat dengan membangun rumah sebagai tempat tinggal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Frans Pekey, mengatakan pengawasan lingkungan sangat penting dilakukan oleh semua pihak demi terjaminnya keberlangsungan makhluk hidup dan sumber daya alam.

“Setiap kawasan itu ada fungsinya seperti permukiman, penyangga supaya tidak longsor dan kawasan konservasi,” ujar Pekey di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (17/2/2020).

Menurut Pekey, masyarakat berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dari berbagai ancaman sehingga alam Kota Jayapura bisa dinikmati hingga ke generasi berikutnya.

“Muspida terus menjaga lingkungan agar kehidupan bermasyarakat di Kota Jayapura bisa berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman,” ujar Pekey.

Diakui Pekey, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jayapura, Dinas PUPR, Polisi, dan TNI.

Loading...
;

“Mengamankan kota ini, selain untuk kehidupan bermasyarakat juga mengamankan lingkungan karena manusia dan lingkungan tidak bisa terpisahkan. Kita jaga lingkungan, maka lingkungan juga jaga manusia,” ujar Pekey.

Lurah Gurabesi, Richard Nahumuri, mengatakan proses pembangunan perumahan sudah berkoordinasi dengan warga melalui sosialisasi agar warga mendukung pelaksanaan pembangunan tanpa harus merusak lingkungan.

“Kami jelaskan secara baik pada warga bahwa setiap program yang turun adalah untuk kebaikan kita bersama. Kami terus melakukan pengawasan, sehingga warga tidak lagi membuat rumah di kawasan hutan penyangga dan sumber-sumber air,” ujar Richard.

Menurut Richard, krisis lingkungan hidup yang cenderung tidak menunjukkan perubahan membuat sumber daya alam terganggu, seperti air bersih dan hutan lindung.

“Pemerintah kota selalu ingatkan masyarakat untuk tidak membangun di tempat berbahaya, seperti bantaran sungai, lereng terjal, dan kawan hutan lindung,” jelasnya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top