Pengelola pantai di Kota Jayapura kumpulkan sampah puluhan karung

Warga sedang berwisata di Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua. - Jubi/Ramah

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Salah satu pengelola di Pantai Hamadi, Nudilat, mengaku bisa mengumpulkan sampah dari berbagai jenis saat sedang bersih-bersih di lokasi pantai yang menjadi tanggung jawabnya untuk dikelola.

“Tiap hari sampah yang saya kumpulkan antara 10 sampai 20 karung,” ujar Nudilat di Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Senin (16/11/2020).

Dikatakan Nudilat, jumlah sampah tersebut lebih banyak bila dibandingkan saat Pemerintah Kota Jayapura memberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas Diperkatat di tengah pandemi Covid-19.

Sampah tersebut mulai dari sampah plastik (botol dan kantong kresek), sampah botol minuman beralkohol, sampah tempat makanan yang dikemas dalam kotak dos hingga sisa-sisa kayu yang hanyut di pantai.

“Masih banyak yang belum mengerti dengan kebersihan. New normal ini, banyak pengunjung di pantai,” ujar Nudilat.

Dikatakan Nudilat, saat pemberlakukan pembatasan sosial, paling banyak hanya bisa mengumpulkan tiga karung sampah, itu pun hanya sampah daun-daun kering yang berguguran dan sisa-sisa kayu yang hanyut di pantai.

Loading...
;

“Sampah plastik masih jarang, tapi sekarang yang lebih banyak itu sampah plastik. Saya sudah siapkan tempat sampah, ada imbauan dilarang membuang sampah sembarangan, tetapi masih saja ada yang membuang sampah sembarangan,” ujar Nudilat.

Demi menjaga menjaga kebersihan pantai agar terbebas dari sampah, Nudilat berharap, Pemerintah Kota Jayapura gencar melakukan sosialisasi dan imbauan agar menyadarkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.

“Kesadaran membuang sampah pada tempat sangat penting. Kebersihan lingkungan, salah satunya di pantai membuat pengunjung ramai, sehat, dan nyaman menikmati alam,” ujar Nudilat.

Pengelola pantai lainnya, Andy Merauje, mengharapkan agar pantai di Kota Jayapura bisa maju layaknya pantai di Bali.

“Menurut saya, kesadaran warga sangat penting untuk tidak membuang sampah sembarangan sebab pantai yang dipenuhi sampah membuang pengunjung tidak mau datang, apalagi dari luar Papua. Setiap hari saya kumpulkan sampah lima karung, paling banyak akhir pekan bisa 8 sampai 10 karung,” ujar Merauje.

Merauje menambahkan, pantai sebagai salah satu objek wisata yang bisa menjadi sumber peningkatan ekonomi bila dikembangkan dan dikelola dengan baik.

“Kalau akhir pekan di saat sekarang ini, seperti Sabtu dan Minggu, rata-rata pendapatan saya bisa Rp 2 juta. Satu pondok atau para-para saya sewakan Rp 300 ribu. Puji Tuhan, buat uang makan dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Merauje. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top