Follow our news chanel

Previous
Next

Pengelola perpustakaan kampung berlatih aneka keterampilan

Papua
Peserta mempraktikkan teknik menganyam benang dalam pelatihan keterampilan untuk pengelola taman baca masyakat di Kabupaten Jayapura, Jumat (9/10/2020) - Jubi/Engelbert Wally.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jayapura mengelar pelatihan untuk pengelola taman baca masyarakat. Para pelatih mengajari mereka ketrampilan komputer, menganyam, dan menyulam, serta membuat penganan lokal.

“Pelatihan ini merupakan salah satu transformasi (mewujudkan) perpustakaan berbasis inklusi sosial dan literasi untuk kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jayapura, yakni meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya alam,” kata Kepala Bidang Perpustakaan Rudy Sokoy di sela pelatihan, Jumat ( 9/10/2020).

Pelatihan berlangsung selama dua hari, sejak Kamis, dan bertempat di Taman Baca Phaniauw Kenambai di Kompleks Kantor Bupati Jayapura. Penyelenggara berharap setiap peserta  dapat mempratikkan dan menyebarluaskan pengetahuan yang mereka peroleh selama pelatihan kepada warga kampung masing-masing.

“Ada sebanyak 17 pengelola taman baca menjadi peserta pelatihan. Mereka dilatih mengoperasikan komputer pada hari pertama, dan menganyam, menyulam serta membuat kue lokal pada hari kedua,” jelas Sokoy.

Salah seorang instruktur pada pelatihan tersebut ialah Lisa Sibi. Dia mengajarkan teknik menyulam benang sintetis hingga menjadi aneka produk kerajinan tangan, seperti topi dan syal atau selendang.

“Kerajinan menyulam sudah menjadi usaha ekonomi keluarga.  Saya mempelajarinya dari buku di perpustakaan dan informasi di internet,” kata Sibi.

Peserta pelatihan Yohanes Wou mengatakan praktik pembuatan kue dari sagu dan menganyam tikar lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Papua di Kabupaten Jayapura. Dia berharap pelatihan serupa lebih sering digelar, terutama kepada generasi muda.

Loading...
;

“Buku adalah jendela dunia. Karena itu, gerakan transformasi perpustakaan sebagai inklusi sosial harus menjadi gaya hidup warga, apalagi sumber daya alamnya telah tersedia,” kata Wou, yang juga pengelola taman baca di Kampung Nembugresi, Distrik Kemtuk Gresi. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top