Pengembangan pariwisata Asmat terkendala transportasi

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Pengurus Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita) Provinsi Papua mengungkapkan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Asmat terkendala transportasi karena belum ada jadwal penerbangan rutin.

"Masalah utama ke Asmat adalah transportasi yang kurang mendukung. Kalau mau carter pesawat Rp 38 juta (kapasitas maksimal tujuh orang) untuk satu kali jalan, tidak pulang-pergi," ujar Ketua Asita Papua, Iwanta Parangin-Angin, di Jayapura, Jumat (23/2/2018).

Ia mengungkapkan pada era tahun 1990-an, sektor pariwisata Asmat cukup berkembang dan banyak didatangi wisatawan karena pada saat itu masih ada layanan penerbangan yang dilakukan oleh maskapai Merpati Airlines.

"Padahal kalau masih berjalan masyarakat dapat pendapatan, mulai dari penyewaan perahu hingga turis yang membeli kerajinan," kata dia.

Menurut dia, selain masalah transportasi, pengelolaan kegiatan pariwisata pun menjadi salah satu penyebab lemahnya kemajuan pariwisata di daerah tersebut.

"Pariwisata di Asmat turun sejak ada pemekaran kabupaten. Sebelum pemekaran kegiatan dikelola oleh keuskupan, sekarang pemerintah," kata dia.

Loading...
;

Iwanta menilai potensi pariwisata di Kabupaten Asmat masih bisa ditingkatkan kembali karena masih banyak wisatawan yang menanyakan rute perjalanan ke wilayah tersebut.

"Untuk ke Asmat banyak yang tanya, tetapi ketika dikasih tahu mengenai biaya, mereka biasanya mundur. Biasanya kami tawarkan paket wisata senilai 3.000 dolar AS. Umumnya yang datang ke Asmat adalah spesical interest, biasanya pecinta barang antik," kata Iwanta. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top