HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Penggunaan dana kampung Air Mandidi dinilai tak sesuai

Kabel listrik yang terpasang di pohon kelapa di Kampung Samabusa, Nabire – Jubi/Titus Ruban.
Penggunaan dana kampung Air Mandidi dinilai tak sesuai 1 i Papua
Kabel listrik yang terpasang di pohon kelapa di Kampung Samabusa, Nabire – Jubi/Titus Ruban.

“Ada kabel listrik yang belum punya  tiangnya. Bahkan sudah diusulkan tetapi tidak diindahkan oleh kakam,  akhirnya kabel di pasang pada pohon kelapa,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Warga Kampung Air Mandidi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire menilai pelaksanaan penggunaan dana kampung tidak sesuai dengan hasil pertemuan dan pengusulan yang sudah di sepakati. Hal itu dibuktikan beberapa pekerjaan sampai saat ini belum rampung dikerjakan dan terkesan asal asalan. Sedangkan pencairan dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahap 1 anggaran tahun 2019 telah berjalan.

Penggunaan dana kampung Air Mandidi dinilai tak sesuai 2 i Papua

“Ada beberapa pekerjaan yang bagi kami tidak beres dan butuh penyelesaian,” kata Wakil Ketua Bamuskam, Permenas Rumaropen, 50 tahun tahun, seoarang warga Kampung Air Mandidi, Rabu (27/11/2019).

Baca juga : Dana Kampung harus memberdayakan masyarakat asli Tobati-Engros

Penyaluran dana kampung di Jayapura terhambat LPJ

Dana kampung 2018 harus segera dipertanggungjawabkan

Loading...
;

Menurut dia pencairan tahap pertama dari dana ADD dan DD kampung Air Mandidi lebih dari Rp 900 juta. Alokasi itu diperuntukan untuk dua rumah layak sehat, drainase 300 meter dan penimbunan jalan 300 meter serta satu buah pos kamling.

“Dana sebanyak hanya buat beberapa pekerjaan itu saja, ” kata Romaropen, menambahkan.

Ia menjelaskan dari dua unit rumah sehat yang dibangun, ada satu yang bermasalah sebab masih ada tersisah daun seng,  dan daun pintu empat buah yang belum rampung terpasang. Pemilik rumah kemudian mempertanyakan sisahnya namun kata bendahara kampung, hanya kepala kampung (kakam) yang berhak menyeluarkan uang.

“Pemilik rumah ini kemudian menyita motor milik bendahara yang baru dibelinya sebulan.  Akan tetapi, kakam datang dengan memberinya motor lama miliknya dan berjanji jika ada uang barulah diselesaikan,” kata Romaropen menjelaskan.

Menurut Rumaropen  ada juga pekerjaan lain yang tidak sesuai harapan, yakni drainase yang tidak ada pembuangannya.

“Termasuk ada kabel listrik yang belum punya  tiangnya. Bahkan sudah diusulkan tetapi tidak diindahkan oleh kakam,  akhirnya kabel di pasang pada pohon kelapa,” katanya.

Warga lain Tommy 54 tahun, menyatakan pembangunan di kampungnya selalu bermasalah dan tak sesuai dengan pencairan dana desa, maupun pekerjaan selalu terbengkalai.

“Jika tidak salah pernah Kakam berurusan dengan polisi terkait pertanggungjawaban. Tetapi sampai kini bagaimana kelanjutannya tidak ada kabar,” kata Tommy.

Kepala Kampung Air Mandidi, Ham Rejau, menjelaskan pembangunan rumah sehat yang masih menyisakan pintu itu dinilai hanya mengalami keterlambatan dari tukang yang mengerjakan. Sedangkan persoalan tiang listrik yang dibicarakan, untuk tahap pertama tidak ada dalam perencanaan program meski sempat diusulkan.

“Jadi tiang listrik ini kita akan pertimbangkan di pencairan tahap ke dua nanti,” ata Rejau. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa