Follow our news chanel

Penghuni perumahan mewah di Bekasi nunggak pajak bangunan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Bekasi, Jubi – Tercatat 399 wajib pajak di perumahan mewah Summarecon Kota Bekasi, Jawa Barat, menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tunggakan itu membuat rumah hunian mereka disegel.

"Penyegelan rumah tinggal ini untuk memberikan efek jera bagi para menunggak pajak di kawasan Summarecon Kota Bekasi. Masa rumah di Summarecon belum bayar PBB, kan seharusnya malu," kata Camat Medan Satria, Kota Bekasi, Taufiq, Kamis, (18/10/2018)

Taufiq menerjunkan Tim Penindakan PBB ke sejumlah wilayah di Cluster Perumahan Summarecon Kota Bekasi dengan menempelkan stiker bertuliskan "Tanah dan Bangunan Ini Belum Melunasi PBB".

"Total yang di Cluster Summarecon Kota Bekasi tercatat ada 399 WP terhutang PBB dari tujuh cluster yang ada," ujar Taufiq menambahkan.

Ia belum merinci besaran nominal tunggakan PBB yang dilakukan 399 WP di Perumahan Summarecon Bekasi. Namun, ia menyebutkan secara keseluruhan di Wilayah Kecamatan Medan Satria ada 14.000 WP terutang dengan total piutang Rp19 miliar.

Selain menyegel bangunan rumah penunggak PBB, petugas juga berupaya kerja sama dengan para pengurus Rukun Warga (RW), pengurus DKM Masjid hingga pihak sekolah di Kecamatan Medan Satria menyosialisasikan ke masyarakat terkait kepatuhan PBB.

Loading...
;

Taufiq juga berpesan agar masyarakat segera melunasi PBB demi terwujudnya pembangunan yang lebih baik lagi di Kota Bekasi.

"Orang bijak, kan taat pajak. Segeralah bagi masyarakat agar melunasi PBB-nya, PBB yang dibayarkan untuk masyarakat juga nantinya, bisa untuk pembangunan Kota Bekasi yang lebih baik lagi," katanya.

Kecamatan Medan Satria juga membuka pelayanan konsultasi dan konfirmasi untuk warga yang menginginkan mendapatkan informasi PBB secara jelas dengan cara menghubungi melalui layanan SMS Center PBB Medan Satria.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda mengatakan jumlah wajib pajak yang belum membayar hingga Oktober 2018 sebanyak 246.790 dengan jumlah nilai mencapai Rp 439 miliar.

“Upaya penagihan pajak kami lakukan dengan cara menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Bekasi sebagai pengacara negara melakukan pendampingan penagihan," kata Aan Suhanda. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top