HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pengrajin sambut rencana tempat khusus di PON

Pedagang souvenir di Kota Jayapura - Jubi/Ramah
Pengrajin sambut rencana tempat khusus di PON 1 i Papua
Pedagang souvenir di Kota Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Disperindagkop Kota Jayapura akan menyediakan tempat khusus untuk pelaku UMKM memeriahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura akan menyiapkan tempat khusus bagi pelaku UMKM di bidang kerajinan tangan dan aksesori untuk menyediakan cendera mata dalam rangka PON 2020 di Papua.

Pengrajin sambut rencana tempat khusus di PON 2 i Papua

“Tahun depan kami bangun Balai Latihan Kerja Industri (BLKI), kami siapkan tempat jualan ini sesuai dengan kebutuhan dengan harapan usaha dari pengrajin bisa lebih berkembang lagi,” kata Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, di Jayapura, Selasa, 30 Juli 2019.

Data Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura pada 2011-2019 sebanyak 18 ribu pelaku UMKM yang sudah dibina dan diberikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing. Jumlah tersebut terdiri dari 25 kelompok UMKM dan sisanya perorangan.

“Pedagang kerajinan tangan dan aksesori ada 800, antusiasnya menyambut PON Papua sangat luar biasa, kami berharap terus meningkatkan kualitas dan harga tidak mahal, ekonomis, dan terjangkau, karena saat PON pedagang dari luar daerah juga punya hak berjualan,” katanya.

Awi menjelaskan BLKI diadakan agar pedagang kerajinan tangan dan aksesori menciptakan produk yang bisa menjadi oleh-oleh bagi para pengunjung dan peserta PON Papua.

Loading...
;

“Tentu saja dengan adanya PON di Papua ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Jayapura untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi dalam keluarganya masing-masing,” ujarnya.

Selain BLKI, diungkapkan Awi, pasar dan terminal juga menjadi fokus bagi pedagang kerajinan tangan dan aksesoris dalam menjajakan usahanya. Dengan harapan warga maupun peserta PON tidak kesulitan untuk mendapatkan oleh-oleh yang akan dibawa pulang ke daerahnya.

Ia mengatakan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelaku UMKM melalui pembinaan dan pendampingan, serta pemberian bantuan modal usaha.

Pendampingan tersebut dilakukan supaya lebih memahami tren dari usahanya. Apakah mengalami kenaikan atau menurun, karena program kegiatan bagi pelaku UMKM berpengaruh terhadap jenis bantuan yang diberikan.

Agar hasil yang dikerjakan dari kerajinan tangan dan aksesoris bernilai jual, dan 21 fasilitator disebar di lima distrik untuk melakukan pendampingan, mengawasi pencatatan buku, dan memberikan motifasi.

Para fasilitator dibagi menjadi empat bidang, yaitu bidang industri, bidang koperasi, bidang usaha kecil menengah, dan bidang perdagangan.

Setiap pekan, fasilitator wajib membuat laporan tentang pelaku usaha yang didampingi dan setiap awal bulan wajib mempresentasikan hasil pendampinganya, sebab bantuan diberikan kepada pelaku usaha yang pencatatan buku dan distribusi barang harus lancar.

“Sehingga kami bisa mengetahui tren perkembangan usaha, kendala dari tiap pelaku usaha sehingga memudahkan kami dalam mengambil kebijakan, apakah layak untuk didampingi terus atau dihentikan dan diganti dengan pelaku usaha yang lebih produktif,” katanya.

Tak bisa dipungkiri lagi, usaha kerajinan tangan dan aksesori mulai digemari masyarakat Kota Jayapura yang menghasilkan omset besar.

Seperti yang dilakukan Artiningsih Youwe bersama empat temannya, membuat kerajinan tangan seperti bros, bunga, cincin, anting, gelang, noken, dan aksesoris lainnya.

“Kalau lagi ramai bisa laku sampai Rp1 juta, kalau lagi sepi Rp200 ribu, kami satu kelompok lima orang,” katanya.

Untuk bisa menghasilkan kerajinan tangan bernilai ekonomi, Youwe mengaku mendapatkan bahan-bahannya terbilang mudah, karena sudah jadi. Ada juga yang dibuat dari barang-barang bekas.

Dalam mengerjakan aksesoris tersebut masing-masing mempunyai tugas membuat aksesoris kemudian disatukan untuk dijual.

“Harga kami sesuaikan dengan tingkat kesulitan barang yang dikerjakan, mulai dari harga Rp10 ribu, seperti gantungan kunci hingga Rp200 ribu seperti bunga hias kristal,” ujarnya.

Youwe mengatakan pembeli tak hanya dari Kota Jayapura, tapi juga wisatawan dari luar Papua, seperti Jakarta. Namun kebanyakan hasil karya yang dikerjakam kelompoknya dipesan oleh pekerja kantoran.

“Jualan dari mulut ke mulut seperti orang kantoran, ulang tahun juga ada pesanan seperti bunga meja, saya juga ikut pameran, tentu saja sangat membantu kami dengan adanya tempat yang bisa menampung hasil kerajinan tangan, pasti akan banyak pembeli yang datang,” katanya.

Youwe mengaku usaha kerajinan cukup membantu perekonomian para pengrajin.

“Pemerintah juga bantu kami, kami juga diberikan pelatihan, kelompok kami merupakan binaan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura,” ujarnya.

Perempuan yang sudah menggeluti enam tahun kerajinan tangan ini selalu aktif mengajak kelompoknya untuk berkreasi agar laku saat dijual.

“Harapan saya bisa berkembang dan terus berusaha biar sedikit asal tetap jalan, saya optimistis dengan adanya PON di Papua dan kami terus berusaha mengerjakan barang-barang kerajinan tangan yang berkualitas,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa