Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pengungsi banjir bandang di posko Palomo Sentani kekurangan bahan makanan

Ilustrasi pengungsi banjir bandang di tenda pengungsian Polomo Sentani - Jubi/Yance Wenda
Pengungsi banjir bandang di posko Palomo Sentani kekurangan bahan makanan 1 i Papua
Pengungsi banjir bandang yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian Polomo Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Warga Milinik yang menjadi korban banjir bandang Sentani yang sampai sekarang masih bertahan di posko pengungsian Palomo Sentani, minta perhatian pemerintah karena saat ini mereka kekurangan bahan makanan.

“Kami di sini ada 74 kepala keluarga (KK) dan 342 jiwa, yang tergabung seluruhnya ada di tenda dan barak panjang darurat, serta tiga tenda dari BNPB. Satu gudang makanan kami jadikan kamar juga karena tenda yang ada tidak muat,” jelas Imar Kogoya, Sekretaris posko pengungsi banjir bandang Milinik, saat ditemui Jubi, di Sentani, Selasa (14/10/2019)

Imar mengatakan para pengungsi korban banjir bandang Sentani dari Milinik sejak awal berada di pengungsian, mereka mendapat bantuan makanan melalui Dinas Sosial Provinsi Papua.

“Kami semua masih ada di sini, tidak ada yang kembali ke tempat tinggal yang lama, kalau ada yang bilang pengungsi kembali, itu tipu. Kami mau kembali ke tempat tinggal (yang lama) sudah tidak bisa. Kalo mereka ada yang naik, itu hanya mencari saja, lalu balik ke tenda pengungsian lagi,” jelasnya.

Sejak musibah itu terjadi bantuan berupa makanan dari Kabupaten Jayapura belum pernah sampai kepada mereka. Bantuan yang diberikan hanya berupa barang seperti kasur.

“Kami dari HIS pindah ke STAKIN terus ke sini, itu tidak pernah diperhatikan. Dari Kabupaten Jayapura mereka hanya datang ambil-ambil data dan itu dilakukan hampir beberapa kali tapi tidak pernah bawa hasilnya, dan baru kemarin juga sama datang ambil data tapi begitu pasti tidak ada hasilnya nanti,” ungkap Imar Kogoya.

Loading...
;

Yoel Wakur, pengungsi korban banjir bandang Sentani, berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura melihat para korban banjir merata semua.

“Kami ini warga Kabupaten Jayapura, KTP dan KK kami di Jayapura, tapi kenapa soal berikan bantuan ini pilih kasih? Ini kan musibah, kenapa dalam memperhatikan masyarakat ini tidak semua sama tapi justru dikotak-kotakkan,” katanya.

Wakur berharap ada kejelasan dari pemerintah terkait penggunaan uang yang masuk di posko pengungsi.

“Kami lihat di berita-berita itu uang yang masuk dari daerah-daerah, kota, dan provinsi itu banyak, baik dari Papua maupun pulau Jawa, ada yang kirim sembako dan juga uang miliaran yang diberikan,” ucapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top