Follow our news chanel

Pengungsi banjir bandang Sentani: Jangan lupakan kami

Lokasi pengungsi Lani Wone di Jalan Pasir Sentani - Jubi/Yance Wenda
Pengungsi banjir bandang Sentani: Jangan lupakan kami 1 i Papua
Lokasi pengungsi Lani Wone di Jalan Pasir Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi –┬áWarga jemaat Lani Wone yang menjadi korban banjir bandang Sentani Maret silam, hingga kini masih bertahan di pengungsian di Jalan Pasir Sentani. Mereka mulai kesulitan makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya, serta merasa mulai dilupakan.

“Jumlah Kepala keluarga (KK) itu ada 200 lebih. Karena jumlah kami banyak sehingga sebagian pengungsi ke keluarga mereka untuk bisa tinggal sementara. Sudah tidak ada perhatian Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam makan dan kebutuhan air bersih bagi kami di lokasi pengungsian di Jalan Pasir (Sentani),” kata Eko Pilipus Kogoya, salah seorang pengungsi di posko pengungsi Jemaat Lani Wone, saat ditemui Jubi di Sentani, Rabu (16/10/2019).

“Di awal-awal itu memang ada perhatian kepada kami jemaat Lani Wone, baik itu dari Pemprov Papua maupun Kabupaten Jayapura. Namun sejak berakhirnya 14 hari yang telah ditentukan itu, tidak ada perhatian sama sekali sampai saat ini. Kami berharap Pemkab Jaapura dan Pemprov Papua dapat melihat kondisi kami yang berada di Jalan Pasir Sentani,” sambungnya.

Selain mengalami kendala makan, para pengungsi juga mengeluhkan keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Tenda darurat yang dibangun itu sudah rusak-rusak, ada yang air masuk jadi sebagian tidak digunakan. Dan yang paling penting itu kami di sini kendala air bersih,” jelas Eko Pilipus.

Dia menambahkan dengan situasi saat ini membuat pengungsi banjir bandang Sentani merasa dilupakan.

Loading...
;

“Kami tahu situasi saat ini yang terjadi di Surabaya, Malang, dan juga di Jayapura, terus datang lagi pengunsi dari Wamena, memang berat tapi kami berharap kami juga dapat diperhatikan kondisi kami sebagai warga masyarat Kabupaten Jayapura,” harapnya.

Maria Wonda, salah seorang pengungsi dari Lani Wone, mengatakan karena kendala air sehingga mereka harus mencari air dari Jalan Pasir menuju Milinik.

“Rumah memang sudah hancur tidak bisa ditempati tapi karena di tenda pengungsian yang kami tinggal itu tidak ada air, jadi kami cari air naik ke tempat yang sudah rusak itu. Kami hanya butuh itu, pemerintah bantu kita air dan bama saja,” ucapnya.

Menurutnya, sejak beberapa bulan terakhir, di mana masa tanggap darurat berakhir, perhatian pemerintah sudah tidak berjalan lagi.

“Kami hanya mau itu Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura lihat kita punya kondisi di setiap posko yang ada. Kami tidak kembali tapi masih tetap di tenda pengungsian,” tuturnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top