Follow our news chanel

Previous
Next

Pengungsi banjir bandang Sentani: Tempat baru di mana, kami bingung

Pengungsi korban banjir bandang Sentani yang hingga kini masih bertahan di pengungsian Polomo Sentani - Jubi/Yance Wenda

 

Pengungsi banjir bandang Sentani: Tempat baru di mana, kami bingung 1 i Papua
Pengungsi korban banjir bandang Sentani yang hingga kini masih bertahan di pengungsian Polomo Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Warga masyarakat yang bermukim di Milinik, korban banjir bandang yang terjadi 16 Maret silam, hingga kini masih bertahan di pengungsian Polomo Sentani. Mereka bingung harus tinggal di mana karena rumah dan harta benda mereka hanyut terbawa banjir.

“Sampai saat ini kami bingung nanti tinggal di mana karena belum ada informasi yang pasti kepada kami pengungsi ini,” jelas Imar Kogoya, Sekretaris posko pengungsi banjir bandang Milinik, saat ditemui Jubi di Sentani, Rabu (16/10/2019).

Ia mengatakan dari pihak Kementerian Dalam Negri (Kemendagri) sempat datang dan bertemu denga para pengungsi di Polomo. Namun hingga kini belum ada kepastian, kapan dan di mana mereka akan direlokasi.

“Dari Kemendagri waktu ada datang tapi kepastian dari pemda setempat (relokasi) akan dibangun di mana ini belum ada informasi kepada kami,” kata Imar Kogoya.

Kogoya juga menjelaskan tempat tinggal mereka sudah hanyut terbawa banjir atau sudah tertimbun bebatuan berukuran besar.

Loading...
;

“Tempat baru di mana kami bingung, ada keluarga yang rumah mereka masih bisa ditempati, mereka tempati dan mereka pasrah saja kalau mau terjadi, terjadi sudah biar, soalnya sudah tidak ada tempat yang layak, karena tempat yang lama ini sudah tidak layak sama sekali,” tuturnya.

Terpisah, Erika, salah seorang pengungsi di posko Palomo Sentani, mengatakan sejak berada di tempat pengungsian, hingga kini trauma itu masih tetap ada.

“Kami kalau malam hujan itu tidak bisa tidur baik. Kami khawatir dengan kejadian sebelumnya itu,” katanya.

Ia juga berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam menangani korban banjir bandang Sentani.

“Kami tinggal di tenda ini kalau hujan besar itu air tembus walau sudah lapis dengan tenda lagi, tapi begitu sudah mau kemana lagi, tempat tinggal sudah tidak ada, jadi terpaksa kami bertahan dengan kondisi yang ada,” kata Erika. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top