Pengungsi dan relawan longsor Kabupaten Nganjuk diduga keracunan

Papua, pengungsi
Ilustrasi, pixabay.com

 

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Puluhan pengungsi dan relawan bencana tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menderita sakit mirip gejala keracunan. Sebelumnya mereka makan mi ayam yang disiapkan petugas.

“Saya makan mi ayam sekitar jam 18.00 WIB dan baru merasa keracunan itu jam 24.00 WIB,” kata Arif Firmansyah, salah seorang korban keracunan, Jumat, (19/2/2021).

Ia mengatakan makan mi bersama dua orang rekanya pada Kamis malam kemarin sekitar jam 18.00 WIB dan baru merasa sakit perutnya sekitar pukul 24.00 WIB.

Terdapat sekitar 21 orang pengungsi dan relawan bencana tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk yang saat ini mengalami sakit. Mereka sakit perut dan muntah-muntah. Rata-rata mereka makan mi ayam bantuan dari donatur yang dimasak oleh petugas di depan kantor Kecamatan Ngetos, dengan alat kompor tersendiri.

Baca juga : Puluhan warga Pasaman Barat keracunan ikan tongkol 

Loading...
;

Jemaat GIDI keracunan makanan usai rayakan Natal 

Diduga keracunan makanan, 35 orang dilarikan ke rumah sakit

Arif Firmansyah menjelaskan mi yang dimasak adalah mi untuk mi ayam dengan model mi basah. “Seluruhnya dimasak oleh petugas lalu ditaruh di mangkuk makanan lengkap dengan bumbunya. Mi ayam tersebut baru dimasak pada Kamis sore dan langsung dibagikan kepada petugas,” kata Arif menambahkan.

Mi diberikan kepada yang mau, baik warga dan relawan bencana tanah longsor tersebut. Mayoritas para korban mulai merasakan sakit Kamis malam. Mereka mengalami muntah-muntah serta diare, sehingga harus dibawa ke Puskesmas.

“Para korban tersebut langsung dibawa ke Puskemas Ngetos, Kabupaten Nganjuk yang lokasinya di depan posko utama, Kantor Kecamatan Ngetos. Tempat itu juga dekat dengan tempat pengungsian warga,” katan Arif menjelaskan .

Dari sekitar 21 orang yang diduga mengalami keracunan massal tersebut, tiga orang terpaksa dirujuk ke RSUD Nganjuk, karena kondisinya semakin lemah. Hal itu untuk dilakukan agar mereka mendapatkan perawatan lebih optimal.

Polisi juga turut menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi baik petugas masak, pengungsi dan relawan longsor Nganjuk yang menjadi korban. Petugas mengambil sampel dari sisa mi ayam yang telah dimasak itu dan sampel muntahan korban. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top