Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pengungsi di Pulau Manus kirim surat ke PM Selandia Baru

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Manus, Jubi – Para pengungsi dan pencari suaka yang masih ditahan di kamp penampungan milik Australia di Pulau Manus menulis surat kepada Perdana Menteri Selandia Baru, Bill English untuk meminta suaka politik. Mereka kini sedang terancam dideportasi setelah permohonan suaka politik mereka ke Australia ditolak.

Dalam suratnya, para pencari suaka politik itu menyinggung tentang serangan kekerasan yang menimpa mereka di kamp penampungan selama empat tahun yang menunjukkan bahwa Papua Nugini tidak mampu melindungi para pencari suaka politik seperti mereka.

Pengungsi di Pulau Manus kirim surat ke PM Selandia Baru 1 i Papua

“Pada 17 Februari 2014, ada insiden yang mengerikan di kamp ketika para penjaga bayaran menyerang kami. Salah satu teman kami, Reza Barati tewas dalam serangan itu dan banyak lagi teman kami yang meninggal,” tulis mereka.

Mereka juga menceritakan insiden yang terjadi ketika menjelang perayaan Paskah bulan lalu. Personel Angkatan Laut Papua Nugini menyerang kami dengan senjata otomatis menembaki kamp. “Untungnya tidak ada korban dari pihak kami, tapi banyak korban luka-luka karena peluru berhasil menembus tembok kamar. Kami tidak dilindungi pemerintah Australia yang membawa kami ke sini, maupun pemerintah Papua Nugini yang tidak bertanggung jawab terhadap kami,” tulisnya.

Sekitar 200 dari sekitar 900 pengungsi yang ditahan di kamp Manus ditolak status pengungsinya. Mereka ketakutan jika selanjutnya harus ditempatkan di Papua Nugini.

Kamp pengungsi Pulau Manus dinyatakan akan ditutup paling lambat pada 31 Oktober mendatang. Pengungsi dan pencari suaka politik yang ditolak permohonannya disarankan untuk repatriasi dengan mendapat bantuan keuangan paling lambat 31 Agustus. Jika tidak, mereka akan dideportasi paksa oleh pemerintah Papua Nugini.

Loading...
;

Mereka juga dipersilakan pindah ke kamp lain yaitu di Nauru. Namun, keadaannya lebih menyedihkan dengan tingkat gangguan jiwa yang tinggi di antara pengungsi dan pencari suaka politik. **

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top