Follow our news chanel

Pengusaha mobil rental siap penyambut PON 2020

Pengusaha mobil rental di Jayapura dengan mobil-mobil rentalnya -Jubi/Ramah
Pengusaha mobil rental siap penyambut PON 2020 1 i Papua
Pengusaha mobil rental di Jayapura dengan mobil-mobil rentalnya -Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pemilik mobil rental di Kota Jayapura siap menyambut keramaian pesta PON 2020 yang akan dihelat di Papua, terutama di Jayapura.

Diperkirakan 7.328 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia akan hadir di ajang olahraga nasional utama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, 9-21 September 2020. Selain itu juga ofisial, pejabat, dan suporter.

Keramaian seperti itu dipastikan juga akan berdampak kepada kebutuhan terhadap transportasi lokal, terutama kebutuhan untuk plesiran para atlet dan pengunjung.

Peluang tersebut ternyata sudah diendus perusahaan jasa penyewaan mobil atau mobil rental di Kota Jayapura.

Salah satu pengusaha mobil rental di Kota Jayapura, Syamsuddin, menyatakan siap menyambut PON 2020 Papua untuk menambah penghasilannya.

“Saya sangat senang ada PON di Papua karena banyak orang yang akan datang, khususnya ke Kota Jayapura,” kata Syamsuddin, kepada Jubi, Selasa, 2 Juli 2019.

Loading...
;

Syamsuddin, 51 tahun, sudah menekuni usaha mobil rental sejak 2012. Ia yakin akan  memiliki pendapatan besar saat PON 2020 Papua. Namun, juga tetap berhati-hati terhadap resiko.

Ia mengaku selama ini tidak sembarangan menyewakan mobil rental yang dinilainya beresiko bila diberikan kepada oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab penyewa yang tidak bertanggung jawab bisa saja membawa kabur mobil sewaan dan dijual ke pihak lain.

Belum lagi, katanya, jika terjadi kecelakaan yang tentunya membutuhkan biaya tak sedikit untuk memperbaiki. Karena itu ia memiliki resep dengan menyewakan kepada orang yang mahir menyopir, selain memiliki pengetahuan tentang rute dan mesin.

Syamsuddin mengatakan makin banyak tamu maka ia semakin berhati-hati. Untuk mengantisipasi, pengusaha mobil rental harus saling waspada dan memiliki informasi yang akurat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya rasa jalan keluarnya kalau tamu dari luar harus memakai sopir kami, tidak dibawa sendiri oleh penyewa karena belum tentu mereka tahu jalan sehingga meminimalisir kecelakaan,” katanya.

Kendala bagi pengusaha rental saat PON, katanya, harus bersaing dengan pengusaha mobil rental ditambah dengan mobil pribadi. Jalan keluarnya adalah merawat mobil agar bisa normal.

Sebelum menerjuni usaha rental mobil, Syamsuddin adalah sopir taksi umum. Seiring bertambahnya jumlah taksi umum ia beralih profesi menjadi pengusaha mobil rental sebagai pilihan yang lebih baik.

“Kalau membawa taksi umum saya harus putar setiap hari, kalau direntalkan saya hanya menunggu,” katanya.

Ia memiliki lima mobil jenis Avanza. Tarif rental per hari standarnya Rp400 ribu lepas kunci. Tapi kalau dilayani dengan sopir tarifnya Rp600 ribu per hari atau selama 12 jam. Sedangkan penyewaan 2 sampai 3 tiga hari berbeda karena hitungan satu hari 24 jam. Biaya sewa belum termasuk bahan bakar dan biaya sopir.

“Jika menginginkan sopir, jasa rental mobil juga menyediakan jasa sopir dengan tambahan biaya lagi karena biasanya pengusaha mobil rental memiliki relasi dengan sopir-sopir freelance yang siap sedia jika dibutuhkan,” katanya.

Penumpang yang biasa ia layani adalah penumpang umum. Sehari rata-rata bisa menyewakan kepada 10 orang. Bahkan pada hari besar keagamaan bisa sampai 20 orang.

“Keperluan penumpang macam-macam, ada yang pakai buat rekreasi, ada yang pakai urusan kantor, ada juga urusan pribadi, kalau wisatawan dari luar saya jarang layani, kebanyakan tamu lokal saja,” ujarnya.

Pengusaha mobil rental lainnya, Harmin, juga menyambut baik digelarnya PON 2020. Ia juga yakin akan meningkatkan pendapatannya meski pemerintah daerah sudah menyiapkan bus layanan bagi atlet.

“Saya bersyukur adanya PON ini karena yang jelas ada perubahan pendapatan penumpang,” ujar Harmin yang sudah menjalani usaha mobil rental dari 2009.

Ketertarikan Harmin menjalani usaha mobil rental rumahan karena keterampilan mengendarai mobil dan bisnis yang menjanjikan. Dengan menggunaka mobil untuk direntalkan, ia mengaku hanya butuh membeli mobil dengan mengeluarkan DP, sedangkan angsuran dari pendapatan mobil tersebut.

“Misalnya kalau membeli mobil Xenia standard (ada AC dan tape recorder) DP Rp15 juta sampai Rp20 juta dengan tenor tiga bulan, angsuran sekitar Rp4 juta per bulan,” katanya.

Setiap bulan bisa mengangsur Rp3 juta. Asumsi harga sewa sekitar Rp400 ribu tanpa sopir dan Rp400 ribu dengan sopir per hari, maka tiap bulan mobil hanya harus bekerja 10 hari. Sedangkan 20 hari lainnya bisa dipakai untuk keperluan sendiri.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapuram Sefnath Kambuaya, menuturkan keberadaan mobil rental nantinya bisa membantu kebutuhan transportasi untuk melayani atlet maupun tamu yang akan datang ke Kota Jayapura.

“Adanya mobil rental ini ikut membantu panitia PON dalam hal transportasi untuk memperlancar, artinya kalau ada atlet yang terlambat bisa memakai jasa mobil rental,” ujar Kambuaya.

Kambuaya mengakui pengawasan mobil rental bukan pada Dinas Perhubungan Kota Jayapura, namun pengoperasiannya tetap diawasi seperti akomodasi yang layak atau tidak. Itu dipastikan melalui uji KIR, apakah bisa layak atau tidak agar penumpang merasa nyaman dan aman.

“Kami tidak siapkan mobil rental untuk PON, tapi yang sudah ada ini bisa ikut mendukung, tetap kami libatkan hanya saja mobil rental ini dikelola masing-masing atau pribadi tapi tetap kami awasi,” katanya. (*)

Editor : Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top