Follow our news chanel

Previous
Next

Penjelasan ilmiah daerah ini sering terjadi kasus antraks

Ilustrasi virus, pixabay.com
Penjelasan ilmiah daerah ini sering terjadi kasus antraks 1 i Papua
Ilustrasi virus, pixabay.com

“Kuman antraks dari hewan yang telah mati akan tetap hidup sebagai spora bertahun-tahun,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta (DIY) sering terjadi kasus antraks karena memiliki riwayat pernah terjadi kasus kejadian luar biasa (KLB). Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Siti Nadia Tarmizi,  mengatakan secara historis wilayah Yogyakarta pernah menjadi daerah KLB antraks pada hewan.

“Kuman antraks dari hewan yang telah mati akan tetap hidup sebagai spora bertahun-tahun lamanya,” kata Siti Nadia, Jumat, (17/1/2020).

Baca juga : Waspadai antraks, daerah ini larang konsumsi daging hewan sakit

Palembang kerahkan pemantau hewan kurban

Pemkab Gorontalo periksa dugaan anthrax

Loading...
;

Menurut Siti, spora kuman antraks tersebut sulit dibasmi karena mampu hidup dalam waktu yang lama baik itu di dalam tanah maupun di air.  Spora itu bisa muncul kembali jika ada warga yang menggarap lahan di wilayah tersebut.

“Sporanya bisa hidup bertahun-tahun di tanah dan di air, jadi kenapa bisa sering kali muncul dulu pernah daerah antraks puluhan tahun, tapi begitu tanahnya diolah sporanya yang di dalam tanah jadi muncul ke permukaan,”  kata Siti Nadia menjelaskan.

Spora antraks yang hidup selama bertahun-tahun kemudian menempel di daun dan rerumputan yang menjadi makanan hewan ternak. Hasilnya hewan ternak terjangkit penyakit antraks dan kuman tersebut kembali berkembang di dalam tubuh hewan.

Menurut dia, hewan ternak yang mati karena antraks dalam jumlah kecil mungkin belum menjadi perhatian seperti saat terjadi KLB antraks pada hewan. Namun perlu diketahui, satu hewan ternak terjangkit antraks bisa menularkan penyakit tersebut kepada puluhan manusia.

Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 27 orang positif terjangkit antraks di Gunung Kidul DIY yang dilaporkan terakhir pada 31 Desember 2019.

“Dari 27 orang yang terjangkit antraks tersebut, satu orang meninggal yang disebabkan oleh penyakit meningitis,” kata Siti mejelaskan.

Selain itu sebanyak tiga ekor sapi dan enam ekor kambing dilaporkan mati akibat penyakit antraks di Kabupaten Gunung Kidul. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top