HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Penjual noken antusias sambut PON Papua

Salah satu noken disulam dengan tulisan PON XX 2020 Papua. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

GELARAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua tinggal menghitung bulan. Diperkirakan ada ribuan tamu dari seluruh provinsi di Indonesia akan hadir di Papua pada 9 sampai 21 September 2020.

Keramaian seperti itu juga akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal, khususnya para penjual noken untuk dijadikan oleh-oleh.

Seorang penjual noken di Pasar Hamadi, Lea Pigai, rupanya sudah mengendus pundi-pundi rupiah yang akan didapatkan dari berjualan noken.

Pigai mengaku begitu antusias menyambut PON, hingga dari awal memutuskan untuk menyulam noken (tas khas Papua) bertuliskan PON XX 2020 Papua.

“Harga noken satu, yang ada tulisan PON saya jual Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Bahan-bahannya saya beli di Pasar Hamadi. Harga satu pak Rp 150 isi 10 gulung. Saya pakai nilon supaya tahan lama,” ujar Pigai, Sabtu (22/2/2020).

Menurut Pigai, menyulam noken bertuliskan PON XX 2020 Papua sebagai bentuk dukungan sekaligus ikut memeriahkan ajang bergengsi tersebut.

Loading...
;

“Bikinnya (noken) tidak susah karena sudah terbiasa, tapi kalau untuk pakai nama harus pakai hitungan benangnya kalau tidak nanti hasilnya ada yang besar dan kecil,” ujar Pigai.

Sambil menunggu pembeli, dijelaskan Pigai, dalam sehari ia bisa membuat dua noken untuk ukuran sedang, dan satu noken ukuran besar.

“Semoga banyak orang yang beli saya punya noken, karena saya selalu merajut noken dengan rapi. Saya juga berharap agar pemerintah bisa memfasilitasi penjual di Kota Jayapura, agar bisa jualan di tempat-tempat pertandingan,” jelas Pigai.

Seorang penjual pernak-pernik khas Papua, Tati Youwe, mengatakan kelompoknya mulai memproduksi noken bertuliskan PON Papua.

“Teman-teman pengrajin yang buat, saya bantu jualkan di pasar. Harga noken dengan tulisan PON dijual Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Bahan bakunya tidak susah. Satu gulung Rp 20 ribu. Sangat bersyukur adanya PON di Kota Jayapura khususnya karena menambah penjualan saya,” jelas Youwe.

Selain menjual sulaman noken bertuliskan PON, Yauwe juga menjual aksesori khas Papua seperti anting-anting, kalung, gelang, gantungan kunci, tempat tisu, yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, mengatakan sebanyak 20 kelompok (satu kelompok lima orang) dilibatkan membuat noken bertuliskan PON Papua.

Hal itu bertujuan untuk menciptakan kreativitas dan produk berkualitas sehingga bisa menjadi oleh-oleh, namun dengan harga murah agar laku dijual.

“Sekarang mereka (pengrajin noken) sudah mulai kerjakan. Bahkan sudah ada yang mulai dijual. Tentu saja, adanya PON ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya para pengrajin noken untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi dan keluarganya masing-masing,” jelas Awi. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa