Follow our news chanel

Penjualan tanah dan IMB di Kota Jayapura

Ilustrasi pemalangan tanah ulayat di Kota Jayapura - Jubi/Jean Bisay
Penjualan tanah dan IMB di Kota Jayapura 1 i Papua
Ilustrasi, pemalangan tanah ulayat di Kota Jayapura – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kebutuhan akan tempat tinggal yang layak menjadi idaman semua orang, khususnya di Kota Jayapura. Beberapa tahun belakangan penjualan tanah mulai marak atas nama pembangunan.

Para pemilik lahan tidak segan-segan menjual tanahnya dengan harga tinggi. Di sisi lain, penjualan dilakukan dengan harga yang murah.

Penjualan tanah tidak hanya di kawasan penyangga, tetapi juga di kawasan bebas banjir, seperti kawasan Distrik Heram, Abepura, Jayapura Selatan, dan Distrik Jayapura Utara.

Sebagian kawasan itu masuk dalam kawasan penyangga Cagar Alam Cycloop. Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Distrik Abepura adalah kelurahan yang memiliki banyak perumahan yang dibangun tanpa izin, terutama di kawasan Bukit Skyline dan belakang Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja.

Yayasan Anak Dusun Papua (YADUPA) dan Generasi Muda Papua untuk Hak Adat (GEMPHA) pernah melakukan penelitian di wilayah Port Numbay. Penelitian berjudul “Dampak Migrasi Terhadap Depopulasi dan Pergeseran Budaya Masyarakat Adat Port Numbay”, kemudian dipresentasikan di Jayapura, 16 Februari lalu.

Selain semakin minoritasnya orang asli Port Numbay, penelitian itu mengungkapkan adanya kerusakan lingkungan. Ditemukan 17 daerah aliran sungai (DAS) yang rusak dan dipenuhi permukiman liar.

Loading...
;

Kepala Kelurahan Wahno, Albert K. Rumabar, di Kota Jayapura, Selasa, 23 April 2019 mengatakan tanah sudah dijual oleh ondo (tetua adat), sehingga kelurahan tidak bisa berbuat apa-apa.

“Selain (itu) kami tidak menggeluar (kan) surat pengantar untuk pengurusan surat IMB,” kata Albert K. Rumabar.

Sebagai pemerintah yang dekat dengan masyarakat, pihak kelurahan hanya bisa memberikan sosialisasi atau imbauan, agar warga tetap menanam pohon sebagai pengganti pohon yang ditebang.

“Sebagian tanah akan longsor jika Kota Jayapura hujan karena jalan besar sudah lubang besar,” ujar Rumabar.

Menurut dia masyarakat punya hak untuk menjual lahannya. Namun mereka juga diimbau agar mewaspadai ancaman bencana alam, sehingga harus tetap menanam pohon.

Disebutkan, penjualan tanah di lereng Cycloop lebih murah. Namun dia tak merinci harga penjulan yang dimaksud.

“Masyarakat siapa saja (yang) punya uang bisa beli (tanah),” kata Rumabar.

Pasalnya penjualan tanah di Kota Jayapura dilakukan sejak lama.

“Dulu mau ambil tanah izin ondo dulu, tapi sekarang bikin rumah dulu baru minta izin ke ondo,” kata salah seorang sumber Jubi, yang tidak mau menyebutkan namanya.

Dia bercerita, tanah miliknya bahkan sudah dibuat rumah. Setelah rumah berdiri, oknum pemilik lantas meminta izin dan membayar tanahnya.

Kejadian tersebut dialami sumber ini sejak lama seusai orangtuanya meninggal dunia.

“Sekarang tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan), tetapi rumah dibangun karena kebutuhan yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Masih menurut sumber ini, pembeli tanah di Jayapura kebanyakan pejabat yang tinggal di daerah.

“Lalu (mereka) datang beli tanah di Jayapura dan membangun rumah,” katanya.

Kepala Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Luiz Membri, mengatakan sejak dilantik setahun lalu, dirinya harus mengecek ke tempat atau lokasi yang sudah dibeli, sebelum menandatangani atau memberikan surat rekomendasi lurah.

Hal itu dilakukan, katanya, karena banyak perumahan yang berada di kawasan penyangga Cagar Alam Cycloop.

Pihaknya juga tidak berwenang memindahkan perumahan warga di sekitar kawasan penyangga.

“Tetapi hanya mengimbau kepada warga untuk daerah yang bisa berkebun dan daerah yang tidak boleh membuka lahan untuk bisa tanam pohon,” ujar Luiz Membri. (*)

Editor            : Timo Marten

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top