Follow our news chanel

Penolakan penggantian nama Bandara dan Stadion merupakan bentuk kontrol masyarakat

Papua
Suasana Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura, Kamis (9/4/2020) pagi – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau Bapemperda DPR Papua, Emus Gwijangge menyatakan adanya pihak yang menolak penggantian nama Bandara Sentani dan Stadion Papua Bangkit, merupakan bentuk kontrol masyarakat terhadap pemerintah.

Pernyataan itu dikatakan anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM DPR Papua tersebut kepada Jubi, melalui panggilan teleponnya, Rabu (21/10/2020).

Ia mengatakan, protes itu tidak perlu ditanggapi berlebihan dan dibesar-besarkan. Situasi seperti ini sering terjadi dalam setiap kebijakan.

“Masalah seperti ini, palang memalang [fasilitas publik] sudah sering terjadi di Papua. Ini bagian dari aspirasi masyarakat. Itu hak mereka dan merupakan bentuk kontrol kepada pemerintah. Silahkan saja,” kata Emus Gwijangge.

Menurutnya, meski ada pihak yang tak setuju nama Bandara Sentani diubah menjadi Dor Theys Hiyo Eluay, dan Stadion Papua Bangkit menjadi Lukas Enembe, penggantian nama dua fasilitas publik di Kabupaten Jayapura itu akan tetap dilakukan pada 23 Oktober 2020 mendatang.

Katanya, rencana perubahan nama kedua lokasi ini dilakukan sesuai mekanisme. Telah diatur dalam Peraturan Daerah Khusus untuk penggatian nama bandara, dan Peraturan Daerah Provinsi sebagai dasar perubahan nama stadion.

“Selain itu, sebagaian besar masyarakat setuju. Kalau ada yang menolak, mungkin ada kepentingan atau pihak tertentu di balik itu,” ujarnya.

Loading...
;

Ia juga menduga, adanya penolakan tersebut mungkin berkaitan dengan hak-hak masyarakat adat pemilik ulayat terutama di wilayah Stadion Papua Bangkit.

Katanya, hingga kini pemerintah memang belum melunasi sepenuhnya kewajibannya kepada pemilik hak ulayat di area Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

“Pemerintah memang mesti segera menyelesaikannya. [Pembayaran ganti rugi hak ulayat] mungkin masih sekitar 90 persen atau berkisar Rp 10 miliar,” ucapnya.

Ia menambahkan, para pihak di Papua mesti bersyukur karena Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), meregistrasi Perdasus penggantian nama Bandara Sentani dan Perdasi pergantian nama Stadion Papua Bangkit.

Sebelumnya, Bapemperda DPR Papua tidak sepenuhnya yakin Kemendagri akan meregistrasi Perdasus perubahan nama Bandara Sentani menjadi Dot Theys Hiyo Eluay, lantaran tokoh Papua itu salah satu pejuang kemerdekaan Papua.

“Selama ini, banyak regulasi yang kami usulkan tidak dijawab Kemendagri. Kita juga mesti bersyukur karen Mendagri mau setujui dua Perda ini,” katanya.

Sementara itu, tokoh adat Sentani Yanto Eluay mengingatkan oknum-oknum yang memasang spanduk dan baliho di Bandara Sentani dan Stadion Papua Bangkit tidak menjadikan lembaga adat sebagai organisasi preman.

Pernyataan putera mendiang Theys Hiyo Eluay itu merupakan respons terhadap adanya pihak yang menolak penggantian nama Bandara Sentani Stadion Papua Bangkit.

“Jangan menjadikan Dewan Adat Suku Sentani (DASS) sebagai organisasi preman. Semua keputusan di dalam organisasi harus berdasarkan musyawarah adat,” ujar Yanto, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, aksi yang dilakukan kemarin pada dua fasilitas umum itu merupakan kepentingan segelintir orang yang berada di dalam kepengurusan DASS.

Katanya, seharusnya hal seperti ini dibicarakan dan dikaji secara baik, serta memberikan solusi terbaik. Bukan dengan cara-cara yang tidak bermartabat. Mengajak segilintir orang untuk mendukung aksi tersebut.

“Theys Eluay dan Lukas Enembe adalah dua nama yang akan dikenang tetapi juga akan memotivasi  generasi muda kita dan masyarakat umum,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top