Follow our news chanel

Pentagon nyatakan tak dengarkan percakapan Trump dengan Xelenskiy

Ilustrasi Donald Trump, pixabay.com
Pentagon nyatakan tak dengarkan percakapan Trump dengan Xelenskiy 1 i Papua
Ilustrasi Donald Trump, pixabay.com

Tercatat partai Demokrat menuduh Trump memanfaatkan bantuan militer AS sebagai gebrakan dalam upaya meminta Ukraina menyelidiki pesaing dari Demokrat, Joe Biden

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi – Pentagon menyebut tak ada seorang pun dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendengarkan percakapan telepon pada Juli antara Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, yang menjadi fokus penyelidikan pemakzulan oleh DPR.

Tercatat partai Demokrat menuduh Trump memanfaatkan bantuan militer AS sebagai gebrakan dalam upaya meminta Ukraina menyelidiki pesaing dari Demokrat, Joe Biden, menjelang pemilihan presiden November 2020. Percakapan itu, dan yang juga didengar oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, menjadi masalah kepentingan Kongres.

Baca Juga : Gubernur CNMI Dukung Donald Trump

Donald Trump Melaju Ke Gedung Putih

Juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, mengatakan departemen itu mengarahkan semua dokumen dan rekaman terkait Ukraina yang diberikan untuk katalog dan peninjauan. Ia mencatat bahwa kepentingan Kongres kemungkinan diselidiki oleh jenderal inspektur Pentagon.

Loading...
;

Sedangkan Demokrat di DPR meluncurkan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump. Presiden dari Partai Republik itu, yang membantah melakukan kesalahan, pada Juli meminta mitranya Ukraina agar menyelidiki apakah Biden, Wakil Presiden Barack obama, telah menutup penyelidikan sebuah perusahaan migas, yang dewan perusahaannya diduduki oleh putera Biden, Hunter.

Percakapan itu terjadi setelah Trump menyuruh pemerintah membekukan bantuan militer. Ia kemudian membatalkan pembekuan tersebut, dan Pentagon melanjutkan pengiriman bantuan ke Ukraina.

Dalam konferensi pers terpisah, kepala pasukan AS di Eropa mengatakan ia mendukung pengiriman tambahan rudal anti-tank Javelin ke Ukraina. “Saat ini saran militer saya adalah saya rasa kita harus meneruskan itu,” kata Jenderal Pasukan Udara, Tod Wolters kepada awak media di Pentagon, mengacu penjualan rudal Javelin tambahan ke Ukraina.

Pada Kamis kemarin Departemen Luar Negeri mengumumkan bahwa pihknya menyetujui potensi penjualan 150 rudal Javelin ke Ukraina yang terjerembap dalam konflik dengan separatis pro-Rusia di timur negara tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top