Penularan Covid-19 dikhawatirkan melonjak pasca demontrasi omnibus law

Unjuk rasa Papua
Ilustrasi demonstrasi. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Demonstrasi besar menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di banyak daerah diikhawatirkan memunculkan klaster baru penularan penyakit infeksi virus Covid-19. Penularan bisa terjadi lewat kontak fisik dan seruan-nyanyian-orasi menjadi sumber droplet dan aerosol berisi virus yang mudah menular itu.

Hal itu karena ribuan, bahkan puluhan ribu, orang datang dari berbagai daerah yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik namun juga tidak mengenakan masker. “Jika terinfeksi, mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke komunitasnya,” kata Ketua Tim Mitigasi Pengurus Bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), M. Adib Khumaidi, Jumat (9/10/2020).

Baca juga : Daerah ini bersikap tegas terkait penularan Covid-19 lewat kuliner

Penularan Covid-19 di Kaltim tembus 5 ribu kasus

Rumah sakit overload, dokter : pemerintah harus serius tekan penularan Covid-19

Adib menjelaskan dari sisi medis dan berdasarkan sains, demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktivitas yang lain dalam penularan Covid-19. Dia memperkirakan, dampak dari demo besar sepanjang Kamis itu, akan terjadi lonjakan masif yang akan terlihat dalam waktu 1 hingga 2 pekan mendatang.

Loading...
;

Adib mengatakan selama ini para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah. Total, hingga saat ini, dia menyebutkan ada 132 dokter dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 61 IDI Cabang (Kota/Kabupaten) meninggal akibat Covid-19.

“Hal ini dikarenakan lonjakan pasien Covid-19 terutama orang tanpa gejala (OTG) yang mengabaikan perilaku protokol kesehatan di berbagai daerah juga meningkat,” kata Adib menjelaskan.

Kekhawatiran juga disampaikan Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Zubairi Djoerban, yang meminta pemerintah memikirkan dan menyiapkan antisipasinya. “Kalau membuat kebijakan yang diperkirakan bisa menuai demo, ya ditunda saja dulu,” ujar Zubairi.

Zubairi juga menyoroti rencana pilkada. Dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar menghindari atau meniadakan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Tujuannya supaya rantai penularan virus corona dapat diputus.

“Saya mohon sekali untuk alasan apapun baik demo, pengajian, gereja, sekolah, konser musik dan sebagainya agar ditiadakan dulu,” kata Zubairi menegaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top