Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua
Ilustrasi vaksin Covid-19 – dok. BPOM.

Penularan Covid-19 sulit dibendung di Merauke

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Penderita Covid-19 bertambah menjadi 35 pasien di Kabupaten Merauke. Mereka saat ini dirawat di rumah sakit umum daerah atau RSUD setempat.

“Ada penambahan sebanyak dua pasien, kemarin. Jadi, keseluruhannya ada 35 pasien Covid-19 dirawat di RSUD Merauke,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Merauke Nevil Muskita melalui telepon, Senin (16/11/2020).

Dia mengaku Pemerintah Kabupaten Merauke telah seoptimal mungkin menekan laju penularan Covid-19. Namun, penyebarannya sulit dibendung sejak pembukaan kembali jalur penerbangan komersial dari dan ke Merauke.

“Mereka yang terkonfirmasi positif (tertular Covid-19) kebanyakan ialah pelaku perjalanan dari Jayapura dan luar Papua. Hanya satu, dua orang yang tertular akibat kontak langsung (transmisi lokal),” jelas Nevil.

Dia melanjutkan mereka hanya bisa menyosialisasikan kepada warga mengenai pengenaan masker dan menghindari kerumunan saat bepergian. Itu bertujuan memutus penyebaran virus korona, penyebab Covid-19.

Kabupaten Merauke tercatat sebagai daerah pertama yang mengonfirmasi penemuan penyebaran Covid-19 di Papua. Kabupaten ini pun lantas dikategorikan zona merah atau rentan terhadap penularan Covid-19.

Penanggulangannya sempat terkendali seiring menyusutnya jumlah pasien Covid-19. Akan tetapi, kondisi itu tidak bertahan lama. Jumlah pasien cenderung melonjak kembali pada akhir-akhir ini.

Loading...
;

Kesadaran warga dalam menaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 pun tergolong rendah di Merauke. Banyak yang masih mengabaikan ketentuan tersebut. Fakta itu diungkapkan Yohanes, warga Kelurahan Seringgu Jaya.

“Pemerintah terus mengingatkan (ketentuan) pengenaan masker saat beraktivitas (di luar rumah). Namun, banyak warga tidak menggunakannya pada saat mengendarai sepeda motor atau berjalan kaki,” kata lelaki berusia 30 tahun tersebut. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Scroll to Top