HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Penularan virus korona terus terjadi, warga diminta ikuti arahan pembatasan sosial

Foto ilustrasi. - pixabay.com
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yogyakarta, Jubi โ€“ Hingga Jumat (3/4/2020), penularan virus korona masih terus terjadi di tengah masyarakat, ditandai dengan pertambahan kasus baru positif korona sebanyak 196 kasus. Penambahan 196 kasus baru positif korona itu merupakan penambahan harian tertinggi sepanjang penanganan Covid-19 di Indonesia. Setiap warga harus berdisiplin mengikuti arahan pembatasan sosial.

Hal itu dinyatakan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam keterangan persnya di Jakarta, saat mengumumkan perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. “Pada Jumat, ada penambahan kasus positif 196 orang, terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium,” kata Yurianto.

Ia menyatakan pada Jumat juga ada penambahan jumlah pasien positif korana yang sembuh sebanyak 22 orang. “Sehingga total pasien sembuh ada 134 orang. [Pasien positif korona] yang meninggal bertambah 11 orang, sehigga jumlah totalnya menjadi 181 orang,” kata Yurianto.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat hingga Jumat pukul 12.00 WIB telah tercatat ada enam kasus baru positif korona di Papua, sehingga jumlah kasus positif korona di Papua bertambah menjadi 16 kasus. Selain itu, seorang pasien positif korona yang dirawat di Papua dinyatakan sembuh pada Jumat, sehingga jumlah pasien positif korona yang telah sembuh dalam perawatan di Papua mencapai tiga orang. Sementara di Papua Barat tidak terjadi penambahan kasus baru.

Yurianto menyatakan data-data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan gambaran jelas bahwa penularan virus korona masih terus terjadi di tengah masyarakat. Yurianto menegaskan bahwa setiap warga diharapkan mematuhi arahan pembatasan sosial dan pembatasan jarak berkomunikasi yang telah disampaikan pemerintah, demi memutus mata rantai penularan virus korona.

“Gambaran itu menunjukkan proses penularan masih berlangsung di luar. Oleh karena itu pertimbangkan kembali kalau akan bepergian ke mana pun. Tempat yang paling aman saat ini adalah berada di rumah bersama keluarga. Saya menyarankan tidak usah bepergian, apalagi kita lihat secara data dari hari ke hari, [daftar] kasus ini semakin bertambah panjang,” ujar Yurianto.

Loading...
;

Ia menyatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas dalam menangani pandemi Covid-19, antara lain dengan memperbanyak tempat isolasi pasien hingga mencapai jumlah 4.000 tempat tidur. Pemerintah juga membangun rumah sakit darurat seperti di Wisma Atlet, DKI Jakarta. Pengadaan dan distribusi ratusan ribu Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 juga telah dilakukan, dan akan terus dilanjutkan karena dinilai masih kurang.

Pemerintah juga telah menetapkan 48 laboratorium pemeriksa spesimen Pasien dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Jumlah itu akan ditambah lagi dengan memodifikasi seluruh alat diagnosa penyakit tubercolosis (TBC) agar mampu dijadikan alat pemeriksa spesimen PDP Covid-19.

“Akan tetapi, [berapapun] kapasitas [yang kami siapkan] tidak artinya jika semua [warga] sakit. Semua fasilitas akan dievaluasi dan dilengkapi untuk beri layanan terbaik, tetapi kunci [mengatasi pandemi Covid-19] bukan seberapa RS disiapkan, atau seberapa banyak laboratorium disiapkan. Kuncinya adalah seberapa banyak peran masing-masing dari kita untuk mencegah penularan virus korona,” kata Yurianto.

Yurianto menegaskan kedisiplinan masyarakat menjalankan pembatasan sosial akan menjadi kunci untuk memutus mata rantai penularan virus korona. Mari kita bersama-sama menjaga diri. Pertama, hentikan kontak langsung dengan penderita positif. Jaga jarak antarorang dalam berkomunikasi dengan siapapun. Hindari tempat yang penuh sesak, hindari tempat berkumpul. Ini menjadi kunci, [karena] kita tidak pernah tahu siapa di antara kita yang [sudah] sakit [dan bisa menularkan virus korona],” kata Yurianto.

Yurianto juga meminta masyarakat agar disiplin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Ia mengingatkan setiap warga mencuci tangan setelah menyentuh benda di tempat umum, karena benda itu bisa mencemari tangan kita dengan virus cairan atau partikel yang mengandung virus korona. “Tangan yang tercemar virus bisa menyentuh mata, mulut, hidung. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” kata Yurianto.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa