HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Penumpang KM Tidar akhirnya gunakan jalur darat

Warga Nabire penumpang KM.Tidar yang sempat tertahan di Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Penumpang KM Tidar akhirnya gunakan jalur darat 1 i Papua
Warga Nabire penumpang KM.Tidar yang sempat tertahan di Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Setelah tertahan di Kabupaten Manokwari selama beberapa hari, 75 warga kabupaten Nabire penumpang KM Tidar akhirnya mendapat akses transportasi untuk kembali ke daerah asalnya melalui jalur darat.

Juru bicara Gugus tugas Covid 19 Papua Barat, dr.Arnold Tiniap, membenarkan bahwa Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan selaku koordinator Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat bersedia membiayai ongkos sewa kendaraan gardan ganda untuk mengantar pulang puluhan warga Nabire tersebut.

Penumpang KM Tidar akhirnya gunakan jalur darat 2 i Papua

Tiniap mengatakan jumlah warga Nabire penumpang KM.Tidar yang tertahan di Manokwari sebanyak 125 orang.

Namun sebagian dari mereka telah memilih untuk mencari akses sendiri, sementara 75 lainnya bersedia ditampung sementara di mess Balai Latihan Kerja (BLK) Manokwari.

“Atas kebijakan Bapak Gubernur Papua Barat, hari ini kami lepas 75 warga Nabire untuk kembali ke daerah mereka melalui jalan darat,” tutur Tiniap, Rabu (1/4/2020).

Sementara, Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, mengatakan bahwa 7 (tujuh) unit kendaraan gardan ganda yang dibiayai Gubernur Dominggus Mandacan sedang dalam perjalanan menuju Nabire melalui jalan trans Papua-Papua Barat.

“75 warga Nabire yang hari ini dipulangkan mereka semua dalam kondisi sehat. Mereka berterima kasih kepada Gubernur Papua Barat atas kepedulian kemanusiaan yang telah diberikan selama di Manokwari hingga disewakan mobil untuk kembali ke Nabire,” kata Ampnir, mengutip pesan warga Nabire.

Sebelumnya, Gubernur Dominggus Mandacan, menyatakan bahwa tentu ada pro dan kontra ketika warga Nabire penumpang KM.Tidar yang tertahan di Manokwari diberi tempat tinggal sementara dalam situasi waspada terhadap Covid-19.

Meski begitu, kebijakan yang diambil olehnya hanya karena unsur kemanusiaan. Tindakan medis juga dilakukan, untuk memastikan tak ada diantara mereka yang punya gejala/keluhan sakit, sehingga diberi tempat tinggal sementara sambil dilakukan koordinasi dengan Pemkab Nabire.

“Mereka bagian dari warga tanah Papua. Tidak mungkin kita biarkan terlantar begitu saja. Semua yang kita putuskan sesuai dengan Hikmat yang diberikan oleh Tuhan,” tutur Mandacan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.