Follow our news chanel

Penutupan akses angkutan orang ke Papua diperpanjang sampai 23 April

Wakil Gubernur Klemen Tinal saat membacakan surat keputusan bersama terkait penanganan Covid-19. - Jubi/ Alex
Penutupan akses angkutan orang ke Papua diperpanjang sampai 23 April 1 i Papua
Wakil Gubernur Klemen Tinal saat membacakan surat keputusan bersama terkait penanganan Covid-19. – Jubi/ Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua menyatakan status tanggap darurat penanganan Covid-19, dan memperpanjang masa penutupan akses angkutan penumpang dari dan ke Papua hingga 23 April 2020. Kebijakan itu diumumkan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal di Jayapura, Rabu (8/4/2020), setelah menerima laporan peningkatan kasus positif korona di Papua. Hingga Rabu malam, jumlah kasus positif korona di Papua mencapai 45 kasus.

Status tanggap darurat penanganan Covid-19 itu antara lain mengacu kepada Surat Kesepakatan bersama Nomor 440/3612/SET tertanggal 24 Maret 2020 tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Papua. Surat kesepatan itu telah menjadi dasar untuk menutup akses angkutan orang/penumpang menuju Papua sejak 26 Maret 2020 hingga 9 April 2020.

Kini penutupan akses angkutan penumpang itu diperpanjang hingga 23 April 2020. Penutupan akses angkutan orang itu berlaku untuk semua penerbangan dan pelayaran komersial atau carter. Penerbangan maupun pelayaran yang diizinkan hanya untuk angkutan barang logistik, bahan pokok, bahan bakar, logistik kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, evakuasi pasien, sektor perbankan, pergantian kru pesawat, dan kedaruratan keamanan, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada.

“Saya meminta tempat penjualan tiket pesawat maupun kapal [tujuan ke Papua atau tiket dari Papua] tidak beroperasi dulu sampai ada informasi yang jelas. Artinya, [selama] 14 hari ke depan tidak boleh ada aktivitas penumpang komersil,” kata Klemen Tinal dengan tegas.

Tinal mengatakan telah terjadi peningkatan kasus positif korona secara signifikan di Papua. Hingga Rabu malam, jumlah kasus positif korona di Papua telah mencapai 45 kasus. Selain itu, di Papua juga terdapat 54 Pasien dalam Pengawasan (PDP), dan lebih dari 3.084 Orang dalam Pemantauan (ODP).

“Ini menjadi ancaman serius bagi Pemerintah Provinsi Papua. Oleh karena itu, saya minya keputusan ini dipatuhi oleh semua pihak,” kata Tinal di Jayapura, Rabu (8/4/2020).

Loading...
;

Kebijakan pembatasan sosial dengan menetapkan masa belajar dan bekerja dari rumah juga diperpanjang dari 14 April hingga 23 April 2020. Kebijakan untuk bekerja di rumah itu hanya dikecualikan untuk orang yang bekerja di bidang kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik dan kebutuhan kesehatan.

Pemerintah Provinsi Papua juga menetapkan pembatasan jam operasi pasar, pusat perbelanjaan, toko, maupun kios, yang hanya diizinkan buka sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WP. Semua jenis tempat wisata dan hiburan diwajibkan tutup. Pengecualian hanya berlaku bagi fasilitas umum terkait kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, apotek, klinik dan dokter praktek.

Tinal menyatakan aparat berwenang untuk menghentikan dan membubarkan kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang, apapun bentuk kegiatannya. “Pemerintah kabupaten dan kota se-Papua wajib melaksanakan keputusan ini dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Tinal.

Ia mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan menjaga kesehatan, sebab kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ada di masyarakat. “Kami harap masyarakat bisa mematuhi ini dan saling menjaga. Kalau tidak ada kepentingan, jangan lakukan interaksi sosial yang tidak penting,” kata Tinal.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top