Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Penutupan PLBN Skouw berdampak pada perekonomian

Kasubid Keamanan dan Kebersihan PLBN Skouw, B. Mathilda Pusung (kanan) saat berbincang dengan kolega. - Jubi/Ramah
Penutupan PLBN Skouw berdampak pada perekonomian 1 i Papua
Kasubid Keamanan dan Kebersihan PLBN Skouw, B. Mathilda Pusung (kanan) saat berbincang dengan kolega. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kasubid Keamanan dan Kebersihan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, B. Mathilda Pusung, mengatakan penutupan PLBN berdampak pada perekonomian di perbatasan RI-PNG.
“Dampak ekonominya karena tidak ada aktivitas sama sekali. Tidak ada perdagangan, tidak ada perlintasan, semuanya close (tutup). Wisatawan lokal masih bisa ke perbatasan, namun hanya sampai gerbang pelintas batas saja,” ujar Mathilda di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (16/3/2020).
Dikatakan Mathilda, penutupan PLBN Skouw bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
“Penutupan mulai 30 Januari 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Itu hasil kesepakatan dari unsur karantina kesehatan, karantina ikan, karantina tumbuhan dan stakeholder perbatasan dari Pemerintah Provinsi Papua, Kota Jayapura, TNI, dan Polri,” ujar Mathilda.
Mathilda menambahkan, meski PLBN Skouw ditutup, seluruh petugas tetap disiagakan. Bahkan sudah disiapkan thermal scanner (pengukur suhu tubuh).
“Kami tetap melakukan edukasi dan sosialisasi. Petugas di PLBN dilengkapi alat pelindung diri berupa marker mulut, sarung tangan. Yang bisa kami laporkan hanya data Januari untuk kedatangan dan keberangkatan, yaitu jumlah paspor untuk kedatangan ada 247 orang, yang punya Pas Lintas Batas (PLB) ada 539 orang. Keberangkatan berjumlah 319 (paspor), PLB ada 539 orang,” jelas Mathilda.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Papua, Naek Tigor Sinaga, mengatakan penutupan PLBN Skouw berdampak pada omzet pedagang.
“Satu minggu pasar hanya dua kali. Per hari pasar Rp 3 miliar. Jadi sebulan Rp 24 miliar untuk perputaran uang di perbatasan Skouw. Kalau dilihat dari persentasenya, saya yakin itu tidak signifikan. Yang justru dikhawatirkan kalau perbatasan secara formal tutup,” ujar Sinaga.
Tak hanya omzet pedagang dan perputaran uang, dikatakan Sinaga, uang Kina (mata uang PNG) juga sangat susah ditemui di perbatasan Skouw karena tidak ada aktivitas perdagangan, sehingga berpengaruh pada produk impor seperti vanili dan produk kehutanan lainnya. (*)
Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top