Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Penyaluran Bansos Covid Teluk Wondama, antara syarat dan data

Ilustrasi, beras bansos untuk masyarakat yang sudah tiba di Distrik Okaba, – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Teluk Wondama, Jubi– Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, telah menuntaskan penyaluran bantuan sosial tunai tahap pertama untuk periode April. Bantuan berupa dana stimulus bagi kelompok petani, peternak dan pekebun yang terkena dampak Covid-19.

“Kami sudah selesai pembagian tahap pertama untuk bulan April. Realisasinya yang terima sebanyak 1.824 orang. Tidak terealisasi sebanyak 455 petani,”  kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Teluk Wondama, Tedy Lekito, Senin, (8/6/2020).

Baca juga : Bupati Wondama bantah ada kepentingan politik dalam penyaluran Bansos

Papua jadi provinsi terendah penerima dana Bansos

Mahasiswa Meepago terima bansos Pemprov DKI Jakarta

Ia menjelaskan, tidak semua bantuan terserap karena ada petani yang sudah meninggal, sudah beralih profesi menjadi pegawai, ada yang sudah keluar dari kampung dan keberadaan mereka sudah tidak diketahui.

Loading...
;

“Jadi total nanti yang kami setor kembali ke kas daerah sebesar Rp 273 juta,” kata Tedy menambahkan.

Menurut dia jumlah petani sebanyak 2.279 orang yang ditetapkan sebagai penerima dana stimulan berbeda jauh dengan jumlah petani, peternak maupun pekebun dalam database Dinas Pertanian yang mencapai 5.600 orang.

Seluruh petani peternak maupun pekebun tidak bisa diakomodasi karena terbentur dengan ketentuan bahwa penerima bansos Covid-19 harus berbasis NIK dengan mengacu pada jenis pekerjaan yang tertera dalam KTP.

“Sejumlah regulasi yang menjadi pedoman dalam penyaluran bansos yaitu Permendagri 20 tahun 2020, Permentan serta petunjuk dari KPK,” kata Tedy menjelaskan.

Data petani Teluk Wandoma mengacu dinas pertanian dan pangan setempat kurang lebih 5.600 tetapi yang ber-NIK 2.279.  Jumlah itu menjadi dasar membagikan, meski  ia menyadari ada ketidakakuratan karena data kependudukan 54 ribu jiwa.

“jadi kami kita sortir lagi mana yang petani, pekebun dan peternak,”  katanya.

Pihaknya sudah menginformasikan persoalan ini ke kampung-kampung. Jika ada petani dan peternak yang belum masuk dalam daftar agar melapor dengan membawa KTP.

Ia menegaskan jika ada warga yang benar-benar yang berprofesi sebagai petani namun belum sempat terdata, maka siap memasukkan sebagai penerima dana stimulan untuk penyaluran tahap kedua dan selanjutnya. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top