HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Penyusunan APBD Papua masih abaikan aspirasi masyarakat

Anggota DPR Papua, Agus Kogoya (kanan) - Jubi/Arjuna.
Penyusunan APBD Papua masih abaikan aspirasi masyarakat 1 i Papua
Anggota DPR Papua, Agus Kogoya (kanan) – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan IV, yakni Kabupaten Puncak Jaya, Puncak, dan Tolikara, Agus Kogoya mengatakan selama ini penyusunan APBD Provinsi Papua masih banyak mengabaikan aspirasi masyarakat.

Ia mengatakan, selama duduk di DPR Papua pada periode pertama (2014-2019), berbagai aspirasi masyarakat dari daerah pemilihannya berupaya ia dorong. Akan tetapi, tak diakomodir dalam APBD provinsi dan kabupaten.

Penyusunan APBD Papua masih abaikan aspirasi masyarakat 2 i Papua

“Ketika saya reses masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi. Semoga ke depan dengan pimpinan DPR Papua yang baru, bisa bijak melihat semua aspirasi yang kami suarakan,” kata Agus Kogoya, Sabtu (02/11).

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, pada periode pertamnya duduk di DPR Papua, ia telah berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi konstituennya.

Misalnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Akan tetapi belum semua aspirasi tersebut terakomodir dalam program yang dilakukan pemerintah.

Agus Kogoya menyatakan akan berupaya menyuarakan setiap aspirasi konstituennya pada periode keduanya di DPR Papua (2019-2024), karena masyarakat telah mempercayakannya duduk di DPR Papua.

Loading...
;

“Terima kasih kepada semua rakyat yang mendukung saya selama ini. Kepada orang tua dan saudara-saudara saya di Puncak, Puncak Jaya dan Tolikara yang kembali mempercayakan saya duduk di DPR Papua,” ujarnya.

Sementara mantan ketua komisi bidang anggaran DPR Papua, Carolus Bolly mengatakan, sering terlambatnya pengajuan RAPBD Papua ke legislatif merupakan masalah klasik yang dihadapi DPR Papua selama ini.

“Ini masalah klasik, karena tak ada ruang untuk dewan membahasnya dengan mitra terkait,” kata Carolus.

Ia berharap, ke depan ada hal-hal seperti itu dapat dibenahi, agar DPR Papua benar-benar memiliki ruang memembahas dan mempelajari dokumen RAPBD dari eksekutif. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top