Follow our news chanel

Previous
Next

Perahu kuno ini diperkirakan berusia 700 tahun

Ilustrasi, perahau kuno, pixabay.com
Perahu kuno ini diperkirakan berusia 700 tahun 1 i Papua
Ilustrasi, perahu kuno, pixabay.com

Kepastian usia perahu masih menunggu hasil uji sampel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jambi, Jubi – Perahu kuno yang ditemukan di Desa Lambur 1, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, diperkirakan berusia sekitar 700 tahun. Perkiraan usia itu masih dugaan awal karena kepastian usia perahu masih menunggu hasil uji sampelnya.

“Untuk memastikan saat ini sampel ijuk dan kayu masih dibawa ke Lab Nasional untuk diuji,” kata arkeolog dari Universitas Indonesia, Ali Akbar, Senin, (2/9/2019).

Baca juga : Masyarakat Yahukimo, Papua temukan mumi  

Konservasi mumi dianggarkan Rp 900 juta

Konservasi mumi dianggarkan Rp 900 juta

Loading...
;

Hasil penelitian sementara menunjukan lebar perahu sekitar lima meter dengan jarak ujung barat dan timur perahu sampai 24 meter. Sedangkan proses ekskavasi baru berjalan sekitar 60 persen, sehingga  baru sebagian perahu yang dapat diketahui.

“Fakta paling unik, di bagian bawah bilah papan kapal tidak ditemukan lunas dan rangka, hanya ditemukan kayu-kayu bulat melintang di bawah papan tadi. Dugaannya, kapal ini dalam keadaan parkir untuk perbaikan di sebuah dok,” kata Ali menambahkan.

Perahu itu dibuat menggunakan bilah kayu yang disambung menggunakan pasak kayu. Teknik pembuatan perahu itu menurut Ali Akbar, umum diterapkan di Asia Tenggara pada masa lalu.

Sedangkan jika mengacu ukuran dan ketebalan papan pembangunnya, perahu tersebut kemungkinan digunakan untuk mengarungi samudra.

Diperkirakan perahu itu dibuat dalam masa antara tahun satu hingga 13 Masehi.  Jika perahu itu usianya 700 tahun, besar kemungkinan keberadaannya berkaitan dengan Kerajaan Sriwijaya.

Arkeolog dari Italia, Prof Chiara Zazzara, yang sedang mengunjungi situs perahu kuno Lambur, menyebut bagian perahu tersebut ada yang hampir sama dengan perahu pinisi. Meksi masih misteri, namun jika dilihat dari pasaknya sangat mirip.

“Memang mendekati jenis perahu pinisi, namun ada perbedaan sedikit pada pasak dan ijuk, karena kapal pinisi kebanyakan menggunakan pasak namun terkait penggunaan ijuk belum bisa dipastikan,” kata Chiara. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top