Perdagangan gading gajah secara online terungkap

Perdagangan gading gajah secara online terungkap 1 i Papua
Ilustrasi gading gajah, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap jaringan perdagangan gading gajah secara online yang bernilai sekitar Rp 420 miliar. Pengungkapan kejahatan itu dilakukan melalui kerja sama dengan Polres Pati, Kodim Pati dan BKSDA Jawa Tengah, yang berhasil mengamankan tiga orang pemilik gading gajah yang telah dibentuk menjadi pipa rokok, cincin, gelang dan kalung.

“Semua unsur penegak hukum bersatu padu memberantas kejahatan perdagangan online bagian-bagian satwa yang dilindungi,” kata Direktur Penyidikan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriyono, Kamis, (2/5/2019).

Pengungkapan itu merupakan tindak lanjut dari pantauan Tim Siber Patrol Ditjen Penegakan Hukum KLHK terhadap tiga akun media sosial facebook perdagangan online gading gajah dengan nama akun chanif mangkubumi, onny pati dan wong brahma.

Tiga pemilik tiga akun facebook masing-masing inisial OF 38 tahun, CK 44 tahun  dan MHF 31 tahun ditahan di Kabupaten Pati, provinsi Jawa Tengah.

Sejak akhir Januari 2019 sampai pekan pertama Februari 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerjunkan lima intelijen memantau dan menyelidiki aktivitas tiga akun tersebut.

Sedangkan barang bukti yang telah disita berupa satu gading gajah utuh berukuran 30 centi meter, 18 gading gajah potongan berukuran 20 centimeter hingga 30 centi meter, 175 unit pipa rokok dari gading gajah berbagai ukuran, 31 gelang dari gading gajah, 53 cincin dari gading gajah, empat kalung dari gading gajah, 22 gelang dari akar bahar, opsetan tanduk rusa yang berjumlah tujuh unit, 17 potongan kuku beruang madu, beberapa set peralatan kerja.

Loading...
;

Para pelaku kejahatan perdagangan ilegal gading gajah akan dikenai hukuman pidana berdasarkan Pasal 40 Ayat 2 Jo. Pasal 21 Ayat (2) huruf d, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

“Saat ini, masih dilakukan pengembangan penyidikanuntuk mengungkap keterlibatan pihak lain dalam perdagangan daring potongan tubuh satwa yang dilindungi,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Pati Ajun Komisaris Yusi Andi Sukmana, mengatakan proses penahanan pelaku perdagangan daring gading gajah berawal kunjungan tim penegakan hukum KLHK pada 28 April 2019.

“Atas informasi tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak bersama ke tiga tempat gading gajah dibentuk, dan ditemukan barang bukti gading gajah,” kata Yusi.

Barang bukti yang cukup signifikan gading gajah dalam berbagai ukuran dan berbagai bentuk menjadi keprihatinan bersama. “Kami sangat mendukung penuh operasi ini,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top