Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Perdagangan komodo diduga melibatkan jaringan internasional

Komodo, pixabay.com
Perdagangan komodo diduga melibatkan jaringan internasional 1 i Papua
Komodo, pixabay.com

Berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera mengambil langkah konkrit dengan melibatkan lintas kementerian dan Polri untuk mengusut tuntas kasus ini.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Kupang, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menduga kasus perdagangan komodo yang dicuri dari Taman Nasional Komodo (TNK), melibatkan jaringan internasional.

Perdagangan komodo diduga melibatkan jaringan internasional 2 i Papua

“Dengan analisis gelagat jaringan, kuat dugaan terlibatnya jaringan internasional,” kata Wakil Ketua DPRD NTT, Yunus Takandewa, Kamis, (28/3/2019).

Baca juga : Rencana penutupan pulau Komodo harus mengacu regulasi

Sampah Taman Nasional Komodo 650 Kg perhari

Meski Yunus menyatakan masih menunggu uji forensik dari Labfor Polda Jatim untuk memastikannya motif dan dugaan keterlibatan perdagangan hewan dengan nama latin Veranus Komodoensis itu.

Loading...
;

Yunus berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera mengambil langkah konkrit dengan melibatkan lintas kementerian dan Polri untuk mengusut tuntas kasus ini. “Langkah-langkah strategis penting segera diambil, untuk menjaga wibawa bangsa di mata internasional,” kata Yunus menjelaskan.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawa, menyesalkan adanya kasus jual beli komodo dengan harga per ekor Rp 500 juta yang berhasil dibongkar oleh Polda Jatim ketika hendak dikirim ke luar negeri.

“Pada dasarnya kami sesalkan kasus ini. Dan kami kaget ketika tahu bahwa komodo yang diperjualbelikan itu adalah komodo yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK),” kata Wayan Darmawa.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait kasus itu.

“Dan diketahui ada pernyataan komodo dari Flores itu karena pengakuan dari para tersangka,” katanya.

Wayan juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Polres Manggarai Barat, saat ini Polres setempat sedang melakukan investigasi kasus komodo untuk mengetahui dalang dibalik aksi tersebut.

“Hari ini (Kamis, 28/3/2019) saya langsung menugaskan Kabid Destinasi Dispar NTT berangkat ke Surabaya untuk memastikan informasi soal komodo yang diperjualbelikan itu,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top