Perdana Menteri PNG kalahkan mosi tidak percaya, untuk sekarang

Perdana Menteri PNG, James Marape. - Peter Morris/Sydney Heads

Papua No.1 News Portal | Jubi

Shane Mcleod dan Jonathan Pryke

Natal tahun ini akan menjadi perayaan yang lebih meriah bagi James Marape, tetapi dunia politik Papua Nugini tahun baru yang akan datang kelihatan labil dan susah untuk diperkirakan.

Jadi apakah ini adalah sesuatu yang serius? Atau apakah sandiwara politik yang terjadi bulan lalu hanya merupakan bentuk bantuan stimulus ekonomi yang disamarkan dengan cerdik untuk menyokong industri perhotelan dan restoran di Papua Nugini?

Sudah lebih dari sebulan yang lalu PNG dilanda krisis politik, ketika Wakil Perdana Menteri, Sam Basil, memimpin sejumlah menteri dan anggota parlemen (MP) untuk berpindah kubu dari pemerintah ke oposisi.

Upaya itu merupakan kejutan pertama dalam kampanye untuk menjatuhkan James Marape dari jabatannya sebagai perdana menteri melalui pengajuan mosi tidak percaya. ‘Kamp’ saingan pemerintah yang menetap di hotel saingan di pelosok lain PNG juga semakin terbentuk, bersama-sama dengan serangan wabah Covid-19 dan beberapa pengaduan ke Mahkamah Agung Papua Nugini, termasuk satu perkara yang membatalkan pemungutan suara parlemen akan anggaran pembelanjaan 2021.

Dan kemudian – krisis itu berakhir begitu saja.

Loading...
;

Pada Rabu (16/12/2020), Sam Basil kembali menyeberang melintas ruang sidang membawa sejumlah MP lainnya untuk bergabung kembali dengan kubu pemerintah. Gerakan itu memungkinkan pemerintah untuk mengalahkan tantangan mosi itu – dan mengesahkan anggaran negara yang sama untuk kedua kalinya.

Kalian mungkin akan mempertanyakan motivasi MP Bulolo itu. Sekitar dua bulan yang lalu, MP Basil ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri – mungkin sebagai bagian dari upaya Marape untuk mencegah manuver politik di kalangan internal pemerintahan.

Dari pertengahan November hingga Minggu lalu, Basil merupakan anggota kubu oposisi yang sangat gigih, menekankan pentingnya solidaritas dan menandatangani sebuah manifesto untuk mengkritik kegagalan pemerintah dalam menangani keuangan dan proyek SDM besar-besaran. Tetapi pada akhir pekan lalu, kubu Oposisi merendahkan dia ketika mereka memilih mantan menteri PM Marape lainnya – Patrick Pruaitch – sebagai kandidat yang diusulkan dalam pemungutan suara perdana menteri berikutnya melawan Marape.

Sejak saat itu, momentum oposisi pun runtuh, seolah membenarkan kecurigaan bahwa mereka tidak akan bisa bersatu dan memilih hanya satu kandidat dengan konsensus – mantan PM Peter O’Neill yang juga berpengaruh memilih untuk tetap berada di belakang oposisi. Pada Rabu, Basil kembali berada di kursi depan pemerintah PNG, di tempat di mana ia duduk sebelumnya sebagai wakil dari Marape.

Namun, bangsa PNG yang lainnya mungkin tidak seberuntung Basil. Sandiwara yang berjalan selama berminggu-minggu telah memelankan momentum pemerintah. Reformasi badan-badan usaha milik negara yang banyak memiliki hutang telah terhenti setelah menterinya juga bersekutu dengan para pembelot ke pihak oposisi. Diskusi antara pemerintah nasional dan Bougainville mengenai masa depan politik daerah otonom itu diabaikan akibat kekacauan itu. Negosiasi tentang proyek-proyek sumber daya mineral – seperti memulai kembali tambang Porgera yang ditutup, dan melanjutkan rencana untuk memperluas area LNG Papua – kini orang-orang PNG memiliki opini yang tidak menyenangkan tentang pemerintah. Dan sekali lagi, pengadilan harus terlibat dalam politik, menghilangkan peran legislatif, dan ‘melegalkan’ sebuah proses politik.

PM Marape juga sekarang harus mengisi portofolio yang ditinggalkan termasuk kementerian kesehatan, luar negeri, jaksa agung, badan usaha milik negara, semuanya kosong setelah menteri terkait pindah ke oposisi.

Bagaimana Marape bisa menyatukan kembali semua pihak akan menjadi tantangannya di tahun 2021. Di dalam negeri, periode konstitusional dimana peluang untuk mengajukan mosi tidak percaya telah terbuka – dan tidak akan ditutup lagi hingga Juli. Sesi parlemen sendiri ditunda hingga April tahun depan, tetapi pada sidang berikutnya, ada kemungkinan Marape dapat menghadapi mosi lain untuk menyingkirkannya. Upaya-upaya lobi yang harus dilakukan Marape untuk menjaga agar pemerintahnya tetap berkuasa akan terungkap dalam kabinet yang ia bentuk kembali serta isu-isu prioritas yang akan dia jabarkan untuk bulan-bulan mendatang.

Mitra-mitra internasional PNG juga akan mengamati dengan cermat. Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Pembangunan Asia (ADB), dan pemerintah Australia telah terlibat dalam upaya pemerintah untuk merestrukturisasi anggarannya.

Ada beberapa keuntungan dari penyelesaian sandiwara ini. Pengambil kebijakan dan mitra-mitra internasional sekarang memiliki pemahaman – meski secara umum – tentang roadmap PNG, berkat anggaran yang disahkan. Hal ini sangat genting mengingat tantangan-tantangan ekonomi yang dihadapi negara ini. Kita belum pernah melihat krisis konstitusional besar-besaran lainnya di negara ini. Namun, secara keseluruhan, orang-orang PNG memiliki hak untuk bertanya-tanya: apa yang dicapai dalam satu bulan terakhir dengan politik yang membingungkan dan pengambilan kebijakan yang stagnan. (The Interpreter)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top