Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Perdana menteri Suriah dipecat saat negara itu kesulitan ekonomi

Ilustrasi bocah Kurdi Suriah duduk di tank yang hancur di Kota Kobane, 27/3/2015 I- AFP PHOTO/YASIN AKGUL

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Amman, Jubi – Presiden Suriah Bashar al Assad memberhentikandari jabatannya pada Kamis, (11/6/2020). Media pemerintah memberitakan tanpa menjelaskan alasan keputusan yang tiba-tiba di tengah situasi ekonomi negara yang sedang sulit.

Berita tersebut merujuk pada informasi yang termuat dalam keputusan presiden–yang menyebut Menteri Sumber Daya Air Hussein Arnous 67 tahun  direncanakan menjadi pengganti Khamis.

Baca juga : Misil Israel berhasil dicegat pertahanan udara Suriah 

Serangan udara di Suriah tewaskan 18 orang

Diancam Israel, Iran ngotot pertahankan pasukannya di Suriah

Arnous sebelumnya sempat menjabat di beberapa pos pemerintahan yang berbeda, antara lain sebagai gubernur provinsi Deir Zor dekat perbatasan dengan Irak, juga provinsi Quneitra di wilayah selatan.

Loading...
;

Saat ini Suriah tengah mengalami gejolak krisis ekonomi, dengan nilai tukar mata uang yang merosot dalam beberapa hari terakhir sehingga lebih menyulitkan bagi masyarakat yang sehari-hari mesti berhadapan dengan situasi peperangan.

Sepanjang tahun 2019 saja, misalnya, Pound Suriah telah kehilangan lebih dari 80 persen nilainya, di tengah sanksi ekonomi dari AS dan Eropa serta pengaruh krisis keuangan di Lebanon.

Pemerintah Suriah menyalahkan sanksi-sanksi tersebut yang menyebabkan kesulitan semacam itu terjadi–di mana masyarakat sulit membeli makanan dan kebutuhan dasar karena harga yang melonjak.

Sanksi lebih ketat dari AS yang disahkan pada Desember 2019 dan dikenal sebagai Caesar Act itu memberikan dampak secara langsung mulai bulan ini. Pakar ekonomi dan politisi menyebut hal tersebut akan lebih lagi menjerat pemerintahan Assad.

Situasi itu membuat ratusan masyarakat turun ke jalan di Kota Sweida pada pekan ini untuk berunjuk rasa terkait situasi yang memburuk dan menuntut presiden agar mundur. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top