Follow our news chanel

Perebutan kursi MRPB masuki babak baru

Tim kuasa hukum bersama perwakilan enam anggota MRPB saat memperlihatkan salinan asli putusan MA. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)
Perebutan kursi MRPB masuki babak baru 1 i Papua
Tim kuasa hukum bersama perwakilan enam anggota MRPB saat memperlihatkan salinan asli putusan MA. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB) Maxi Nelson Ahoren, tidak ingin berspekulasi tentang waktu pelantikan enam anggota MRPB setelah memenangkan gugatan terhadap SK Gubernur Papua Barat dan SK Menteri Dalam Negeri.

Meski sempat digugat balik oleh Gubernur dan Mendagri melalui Mahkamah Agung, namun gugatan tersebut ditolak oleh MA. Putusan ini sekaligus menguatkan putusan PTUN Jayapura yang memenangkan gugatan ke enam anggota MRPB.

Dalam wawancara bersama Jubi, Maxi Ahoren mengaku tetap patuh terhadap proses hukum yang tengah berjalan. Karena secara kelembagaan, MRPB tidak punya kewenangan untuk mengintervensi proses gugatan dan putusan, baik di PTUN maupun di MA.

“Kami tetap patuh dan taat hukum, sebagai lembaga kultur OAP yang bernaung dibawah bingkai NKRI,” ujarnya Kamis (4/7/2019).

Menurut Maxi, Gubernur Papua Barat yang akan memberikan kepastian waktu pelantikan enam anggota MRPB, karena materi dalam perkara gugatan adalah SK Gubernur dan SK Mendagri. Hal ini menurutnya, menyangkut wibawa Pemerintah Papua Barat dan Mendagri.

“Yang digugat SK Gubernur dan SK Mendagri, jadi keputusan ada ditangan Gubernur sebagai kepala Daerah yang punya andil dan kewenangan penuh saat menentukan 42 nama aggota MRPB periode 2017/2022 yang dilantik pada November 2017 lalu,” ujarnya.

Loading...
;

Wacana pelantikan enam anggota MRPB, disinyalir akan kembali mendatangkan polemik baru. Pasalnya, enam anggota MRPB aktif yang saat ini masih menempati enam kursi, justru merasa dirugikan.

 

Gugatan episode II

Maxi Ahoren mengatakan pasca putusan tersebut ke enam anggota MRPB aktif, akan menggugat kembali SK Gubernur dan SK Mendagri.

Keenam anggota MRPB aktif tersebut, sebut Maxi, sebelumnya hanya mengikuti petunjuk SK Gubernur Papua Barat, karena nama mereka masuk dalam daftar 42 anggota MRPB yang dilantik pada November 2017.

“Mereka (enam anggota MRPB aktif), sudah bertemu dengan saya. Mereka minta solusi. Tapi saya tidak punya kewenangan untuk tentukan apakah mereka tetap atau diganti oleh enam yang menang gugatan. Tapi jika memang harus diganti, mereka akan kembali gugat SK Gubernur dan SK Mendagri,” ujarnya.

Diapun menegaskan, bahwa keputusan Gubernur Papua Barat akan menentukan kelanjutan polemik kursi MRPB periode 2017/2022. Pertemuan dengan Gubernur Papua Barat direncanakan berlangsung Sabtu 6 Juli 2019.

“Kami akan bertemu Gubernur hari Sabtu besok. Di situ akan ada keputusan,” ujarnya.

Sebelumnya, kepala biro Hukum Provinsi Papua Barat, Roberth Hammar, mengatakan Gubernur dan Mendagri legowo dan taat hukum saat menerima putusan penolakan MA tersebut.

Hammar juga telah menerima salinan asli tentang amar putusan MA, dan menyerahkan proses pelantikan enam penggugat ke Badan Kesbangpol Papua Barat.

“Kami sudah terima hasilnya, Gubernur dan Mendagri tetap patuh hukum. Tapi untuk pelantikan, akan diproses oleh Kesbangpol Papua Barat sebagai instansi vertikal yang berwenang,” ujar Hammar.

Sementara, kepala Kesbangpol Papua Barat, Baesara Wael mengaku akan segera memproses putusan MA tersebut untuk pelantikan pergantian anggota MRPB.

“Saya akan pelajari dulu apa amar purusan MA dan perintahnya ke Gubernur seperti apa,” ujar Baisara yang baru saja menjabat Kaban Kebangpol Papua Barat.

Sementara Yulianto SH, kuasa hukum enam anggota MRPB penggugat telah menyerahkan putusan asli ke Biro Hukum Pemprov Papua Barat. Dia yakin, Gubernur dan Mendagri akan patuh karena mereka adalah pejabat Negara yang akan memberikan contoh kepada masyarakat.

“Perdebatan sudah selesai, hasilnyapun sudah ada dan berkekuatan hukum tetap,” ujarnya.

Diketahui, enam penggugat tersebut diantaranya Ismael Ibrahim Watora, Lusia I. Hegemur, Rafael Sodefa, Leonard Yarolo, Yafet V.Wainarisi dan Aleda E.Yoteni. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top