Perekrutan CPNS 2021, Maluku Tenggara sediakan 32 putra daerah dengan tanda bintang

papua-tes-cpns
Foto ilustrasi, tes CPNS yang berlangsung di Kabupaten Puncak. - Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Maluku Tenggara, Jubi – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara  menyediakan 32 posisi bagi anak daerah dalam perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2021. Putra daerah dalam perekrutan CPNS itu  meliputi 12 posisi dalam formasi.

“Ada sebanyak 32 formasi penerimaan CPNS tahun ini yang kita khususkan untuk daerah, di mana kita beri simbol bintang pada pengumuman penerimaan yang hari ini resmi diumumkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan, (2/7/2021) Jumat.

Baca juga : Pemprov Papua Barat segera buka penerimaan CPNS formasi 2021 

Masih 28 orang belum terima SK CPNS formasi 2018 Kabupaten Deiyai 

Dinkes Deiyai tugaskan 69 CPNS di 10 Puskesmas

Menurut Muchsin, posisi bertanda bintang yang disiapkan  dalam formasi umum untuk 29 orang dan 20 posisi dalam formasi umum atau disabilitas untuk 25 orang.  Sebanyak 12 posisi dalam formasi umum disediakan bagi tenaga perawat dan 20 posisi dalam formasi umum atau disabilitas yang disiapkan mencakup jabatan ahli pertama perancangan peraturan perundang-undangan, analis angkutan laut, analisis diklat, analis ekonomi kreatif, analis informasi hasil pertanian, analisis informasi pasar hasil pertanian, analis jabatan, analis kompetensi, analis koperasi, analis objek wisata, analis pangan, analis pengelolaan sumber daya air, pengawas mutu hasil perkebunan, penyuluh pangan, dan penyuluh wisata.

Loading...
;

“Untuk jabatan formasi yang bertanda bintang hanya dapat dilamar oleh warga Negara Republik Indonesia asal Maluku Tenggara yang memenuhi persyaratan umum dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari lurah/kepala ohoi (desa) setempat,” kata Muchsin menjelaskan.

Ia menyebut pemerintah kabupaten berupaya memperluas kesempatan bagi anak-anak daerah mengikuti seleksi penerimaan CPNS dan menjadi pegawai negeri sipil, hal itu mengacu aparatur sipil negara yang direkrut dari luar daerah kadang memilih untuk kembali ke daerah asal setelah beberapa tahun bertugas di Maluku Tenggara.

“Mereka kerja beberapa tahun lalu pulang ke daerah asal sehingga Malra pada akhirnya kekurangan ASN,” katanya.

Selain itu Maluku Tenggara sebenarnya juga punya banyak lulusan yang memenuhi syarat untuk mengikuti perekrutan CPNS. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top