TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Perempuan tua di Cina ditangkap polisi dengan tuduhan pemicu Delta

Papua
Ilustrasi penangkapan, pixabay.com

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beijing, Jubi – Biro Keamanan Publik Kota Yangzhou menyebut polisi menangkap seorang perempuan lanjut usia asal Nanjing polisi di Yangzhou, Provinsi Jiangsu, Cina, pada Selasa, (3/8/2021) kemarin,atas tuduhan sebagai pemicu wabah Covid-19 varian Delta.

Perempuan bermarga Mao itu dinilai melanggar regulasi antipandemi dan undang-undang pencegahan penyakit menular hingga menyebabkan 94 warga setempat, termasuk adik perempuannya, terinfeksi Covid-19 varian Delta.

Baca juga : Ratusan siswa SMA di Ghana positif Covid -19 varian Delta

Covid-19 varian Delta di Fiji semakin parah, dua bumil meninggal dunia

Inggris dan Amerika mulai khawatir lonjakan Covid-19 varian delta

Ia sebelumnya melakukan perjalanan sejauh 100 kilometer dari Nanjing menuju rumah adiknya itu di Yangzhou tanpa melapor kepada penjaga permukiman yang dituju pada pada 21 Juli lalu. Padahal

otoritas lokal mengeluarkan surat pemberitahuan bahwa warganya harus melaporkan riwayat perjalanan selama 21 hingga 27 Juli, namun, Mao tidak melakukannya.

Selama di Yangzhou, Mao mengunjungi beberapa fasilitas publik, seperti restoran, toko, klinik, komunitas permainan catur, dan pasar hingga menyebabkan penularan varian Delta.

Hasil survei statistik epidemiologi yang dikutip media Cina menunjukkan sekitar 64 persen kasus varian Delta di Yangzhou terkait dengan tempat-tempat aktivitas perempuan itu.

Tercatat mulai Selasa (3/8/2021) tengah malam, penduduk Yangzhou menjalani tes PCR, mereka juga dilarang keluar rumah agar penyebaran varian Delta tidak meluas.

Semua calon penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Yangzhou dan Stasiun Nanjing diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes PCR.

Sebanyak 31 provinsi di Cina mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya untuk menghindari paparan virus varian Delta yang lebih cepat menular. Varian Delta pertama kali ditemukan di Guangzhou, Provinsi Guangdong, pada Mei, namun berhasil diatasi dalam tempo sekitar satu bulan.

Pada Juli, kasus varian Delta yang lebih masif ditemukan di Nanjing dan sampai saat ini telah merambah 18 provinsi di Cina. Penyebaran varian Delta klaster Nanjing yang meluas itu terjadi karena bersamaan dengan musim libur sekolah akhir semester. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us