Perencanaan pembangunan infrastruktur jangan asal-asalan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi IV DPR Papua bidang infrastruktur, Boy Markus Dawir mengingatkan pihak terkait tidak asal-asalan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur di Papua, terutama jalan dan jembatan.
Ia perencanaan pembangunan jalan dan jembatan harus melalui kajian dan perencanaan matang.

"Misalnya ruas jalan Tajah ke Lereh, SP V yang akan terhubung hingga ke Kabupaten Keerom atau jalan Lingkar Tabi. Ada jalan yang patah karena terkikis air. Ini sepertinya perencanaan kurang matang," kata Boy Markus Dawir saat meninjau titik jalan yang rusak ke arah Taja, Lereh, Kabupaten Jayapura, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, lokasi yang dilalui jalan tersebut merupakan jalur air yang ditutup, mestinya dibuatkan drainase, namun hal itu tidak dilakukan. Ke depan hal seperti itu akan menjadi perhatian Komisi IV DPR Papua dan Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang (PUPR) Papua.

"Ke depan, kami akan melakukan pengawasan lebih baik sehingga dari sisi perencanaan, siapa pun yg menang tender, perencanaan harus diawasi bersama DPR Papua dan pengawas pemerintah atau Inspektorat," ujarnya.

Katanya, pengawasan mesti ketat agar pembangunan infrastruktur termasuk jalan dan jembatan tidak dibangun serta dianggarkan lebih dari satu kali, untuk satu lokasi, karena banyak kabupaten lain di Papua yang juga membutuhkan pembangunan jalan dan jembatan.

"Kalau perencanaan sudah, benar tak ada terjadi seperti ini. Masyarakat menggunakan satu dua bulan, kemudian rusak. Jalan ini kerusakannya cukup parah. Kapan lagi bisa dianggarkan untuk rehabilitasi," ucapnya. 

Loading...
;

Kata Boy Dawir, jangan hanya asal membangun jalan dan jembatan, tapi manfaatnya tak dapat dirasakan masyarakat dalam jangka waktu lama, karena kualitasnya tidak sesuai harapan.

"Kalau di daerah yang mudah dijangkau seperti ini, bagaimana dengan pembangunan di wilayah pedalaman Papua yang sulit dijangkau. Harus ditempuh dengan pesawat. Ini catatan buruk, ke depan harus hati-hati," katanya.

Anggota Komisi IV DPR Papua lainnya, Thomas Sondegau mengatakan hal yang sama. Menurutnya, dalam pembangunan infrastruktur jangan asal jadi. Kualitas dan masa pemanfaatan harus menjadi pertimbangan utama.

"Apa artinya dibangun kalau hanya dipakai satu dua bulan kemudian rusak, dan tiap tahun dianggarkan untuk pekerjaan yang sama. Itu buang-buang anggaran," kata Thomas Sondegau.

Katanya, Pemprov Papua kini berupaya melakukan pemerataan pembangunan, sehingga instansi terkait harus benar-benar melakukan perencanaan dan pengawasan serius. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top