Follow our news chanel

Previous
Next

Peretasan situs Tempo diduga upaya pembungkaman

Papua
Kebebasan pers, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Peretasan situs berita tempo.co diduga bermotif pembungkaman terkait pemberitaan yang dilakukan media tersebut. Peretasan itu yang dilakukan pada Jumat (21/8/2020) dini hari itu sebagai upaya mengganggu kerja jurnalistik yang diatur oleh Undang-Undang atau UU Pers.  “Kami mengecam siapapun yang berupaya mengganggu tugas media dalam memenuhi hak publik atas informasi yang relevan dan terpercaya,” kata Pemimpin Redaksi Tempo.co, Setri Yasra.

Setri juga menyebut berbagai upaya gangguan tersebut dikategorikan sebagai upaya pembungkaman. Namun, menurutnya, hal ini tidak akan berdampak apa-apa terhadap Tempo.  “(Tetap) Menyampaikan informasi di lapangan untuk kepentingan publik dan republik,” kata Setri menambahkan.

Baca juga : Kebebasan pers, mutu jurnalisme, media abal-abal, dan bagaimana menghindari “bocor halus”

Kebebasan pers harus terus diberi ruang

Dua aktivis Pers Mahasiswa asal Medan raih penghargaan Oktovianus Pogau 2020

Tercatat pada pukul 00.00 WIB, Jum’at dini hari itu situs Tempo.co tidak bisa diakses dan menampilkan layar putih bertuliskan “403 forbidden”. Pada 00.30 WIB, layar situs Tempo.co berubah menjadi hitam dan terdengar lagu Gugur Bunga selama 15 menit. Selain itu juga terdapat tulisan “Stop Hoax, Jangan BOHONGI Rakyat Indonesia, Kembali ke etika jurnalistik yang benar patuhi dewan pers. Jangan berdasarkan ORANG yang BAYAR saja. Deface By @xdigeeembok.”. Ketika tulisan diklik, layar langsung memasuki akun Twitter @xdigeembok.

Loading...
;

Pada 00.51 WIB akun @xdigeembok mencuitkan #KodeEtikJurnalistikHargaMati, disusul cuitan yang ditujukan kepada akun @tempodotco.

Situs kemudian diambil alih pihak Tempo.co pada 01.24 WIB dan bisa diakses normal oleh publik pada 01.30 WIB.

Namun aksi peretasan kembali terjadi pada 02.26 WIB. Peretasan kali ini hanya berlangsung lima menit setelah tim Tempo.co kembali mengambil alih situs. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top