Follow our news chanel

Pergub untuk memperkuat posisi Tim Tanggap Darurat

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi – Rencana Pemerintah Provinsi Papua (Pemprov) Papua dan berbagai pihak membentuk Tim Tanggap Darurat tingkat Provinsi Papua didukung legislator Papua, John NR Gobai. Namun keberadaan tim dinilai perlu diperkuat Peraturan Gubernur (Pergub).

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua itu mengatakan, aturan mengingkat diperlukan untuk mengatur masyarakat dan menandakan jika pemerintah hadir di tengah masyarakat.

"Perdasi itu kan dapat mengacu pada Undang-Undang nomor 7 tahun 2012 tentang tentang penanganan konflik sosial," kata Gobai via teleponnya, Minggu (14/10/2018).

Menurutnya, Perdasi itu nantinya dapat menjadi acuan dalam penyelesian konflik di masyarakat, karena selama ini ketika terjadi pertikaian antara kelompok masyarakat, perdamaian selalu berujung pada kepentingan mendapat uang, sehinga terkesan konflik yang terjadi sarat kepentingan. "Konflik kepentingan itu, patut diduga didalangi oleh oknum atau pihak tertentu, dengan tujuan tertentu dan seakan menjadi lahan bisnis," ujarnya.

Katanya, dalam penanganan konflik perlu direncanakan secara sistematis untuk mencegah hal serupa terjadi kemudian hari.

Sedangkan anggota komisi bidang politik, hukum, HAM dan keamanan DPR Papua, Emus Gwijangge mengatakan, sebelum tim yang akan dibentuk Pemprov Papua bersama berbagai pihak turun ke lapangan, terlebih dahulu harus mencari tahu akar masalah yang akan diselesaikan.

Loading...
;

"Perlu duduk bersama dengan pemerintah kabupaten (kota) yang di wilayahnya terjadi pertikaian antarwarga, serta perwakilan kedua kubu yang bertikai untuk mendapat informasi awal penyebab munculnya masalah tersebut, agar dapat memikirkan langkah penyelesaian," kata Emus Gwijangge.

Katanya, berbagai kemungkinan bisa saja menjadi pemicu pertaikaian antarwarga. Misalnya, masyarakat tidak puas dengan kebijakan pemerintah, dendam politik, dendam antara kedua pihak yang bertikai, atau karena ada pihak yang memprovokasi masyarakat untuk tujuan tertentu.

"Yang dikhawatirkan, akar masalah tidak dipahami dan jika penyelesaian tidak tuntas, akan menjadi bom waktu, yang suatu saat dapat kembali memicu bentrok antarwarga," ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top