Follow our news chanel

Previous
Next

Peringatan hari tani, 49 pengunjuk rasa ditahan

Papua
Ilustrasi petani membajak sawah - Pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) mencatat setidaknya 49 pengunjuk rasa di berbagai daerah masih ditahan kepolisian imbas aksi damai memperingati hari tani nasional (HTN) yang dilakukan gabungan petani beserta sejumlah elemen masyarakat, Kamis (24/9/2020) kemarin.

KNPA menyatakan 49 orang yang ditahan itu merupakan mahasiswa dan aktivis yang tersebar di beberapa daerah seperti Makassar, Solo, Bengkulu, Kupang hingga Manado.

“Momentum peringatan HTN ini ditandai dengan tindakan represif aparat kepada massa aksi. Bahkan telah terjadi penangkapan terhadap mahasiswa dan aktivis. Sampai dengan rilis ini diturunkan tercatat setidaknya 49 orang masih ditahan kepolisian setempat,” kata KNPA dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020).

Baca juga : Cerita dari @belift.dogiyai, upaya kekinian untuk petani kopi Dogiyai 

Permintaan sayur turun, petani kurangi produksi

Pupuk cair organik untuk petani di Kampung Matoa-Prafi

Loading...
;

KNPA menilai tindakan penangkapan itu merupakan bentuk pembungkaman hak demokrasi rakyat, kebebasan berpendapat dan berunjuk rasa yang dijamin dalam Undang-Undang. Atas dasar itu, mereka meminta Presiden, Kapolri membebaskan massa aksi yang masih ditahan secepat mungkin tanpa syarat apapun.

“Mendesak kepada Propam Polri untuk segera melakukan investigasi dan menindak tegas penanganan represif dan pelanggaran protap kepolisian terhadap massa aksi damai HTN,” tulis pernytaan itu.

KNPA juga meminta pemerintah untuk memusatkan perhatian pada penanganan pandemi dan dampak krisisnya, serta menghentikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang dinilai akan membahayakan seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, mereka juga meminta penghentian tindakan perampasan tanah rakyat dan tindakan brutal aparat dan perusahaan di wilayah konflik agraria dan meminta pemerintah menjalankan reforma agraria sejati untuk rakyat

Hari Tani pada 24 September kemarin diperingati dengan aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Elemen masyarakat dan petani turun ke jalan menyuarakan aspirasi. Namun, aksi menyuarakan pendapat berujung penangkapan di beberapa daerah. Di Solo, Jawa Tengah, setidaknya ada 19 orang massa aksi yang ditangkap kepolisian setempat.

Aksi di Makassar, Sulawesi Selatan berujung ricuh. Setidaknya 20 orang ditangkap. Kepolisian setempat menyatakan para pengunjuk rasa tidak memberi tahu terlebih dahulu sebelum menggelar aksi, sehingga dibubarkan aparat.

“20 orang kita amankan karena mereka melukai tiga anggota kami,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top