Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Peringatan setahun banjir bandang momentum peduli lingkungan

Salah satu daerah terdampak banjir bandang di lokasi permukiman di sekitar Cagar Alam Cyclop - Jubi/Engelbert Wally.
Peringatan setahun banjir bandang momentum peduli lingkungan 1 i Papua
Salah satu daerah terdampak banjir bandang di kawasan permukiman di sekitar Cagar Alam Cycloop, Sentani – Jubi/Engelbert Wally.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Mathius Awoitauw mengajak semua pihak senantiasa menjaga kelestarian lingkungan. Mereka jangan sampai merusak kawasan cagar alam, hutan lindung dan resapan air sehingga merugikan kepentingan orang banyak.

Ajakan itu disampaikannya dalam peringatan setahun banjir bandang di Kabupaten Jayapura, di Lapangan Gunungmerah, Selasa (17/3/2020). “Kalau kita jaga (Cagar Alam) Cycloop, Cycloop akan jaga kita. Kalau kita jaga danau (Sentani), danau juga akan jaga kita.”

Bupati Awoitauw mengatakan sudah berkali-kali melarang aktivitas pembukaan lahan di sepanjang lereng dan kawasan Cagar Alam Cycloop. Karena itu, mereka akan mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aktivitas tersebut.

“Sudah ada surat keputusan gubernur (yang menyatakan) bahwa kawasan cagar alam tidak boleh dihuni (dijadikan lokasi permukiman). Aturan itu sudah disosialisasikan, dan dalam waktu dekat, kami koordinasikan lagi upaya pengamanan terhadap  kawasan Cagar Alam Cycloop,” katanya.

Menurut Awoitauw, momentum setahun banjir bandang mengingatkan kembali tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ketika komitmen itu diabaikan, bencana dahsyat pun melanda wilayah di sekitarnya. “Tidak ada cara lain yang harus dilakukan, (kecuali) menjaga dan melestarikan lingkungan agar kita terhindar dari segala malapetaka.”

Awoitauw mengaku selalu mengajak dan bergandengan tangan dengan semua pihak untuk beranjak dari nestafa bencana. Bangkit dari masa perkabungan untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.

Loading...
;

“Upaya terus dilakukan walaupun (secara) perlahan. Ini (kerja kolaboratif tersebut) menjadi kekuatan bersama untuk menatap masa depan yang lebih baik lagi di Bumi Kehna Mbai Umbai,” katanya.

Koordinator Dewan Adat Suku (DAS) Kabupaten Jayapura Daniel Toto mengatakan masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat. Mereka harus menangani semua permasalahan yang dihadapi warga terdampak banjir bandang.

“Masyarakat juga harus menyadari keterbatasan pemerintah daerah. Karena itu, semua pihak harus bergandengan tangan dalam mengatasi persoalan ini,” kata Toto. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top