Follow our news chanel

Previous
Next

Peringatan Tsunami 2009 di pulau-pulau Samoa

Monumen peringatan Tsunami di Leone, Leone Healing Garden. - RNZ Pacific/Dominic Godfrey
Peringatan Tsunami 2009 di pulau-pulau Samoa 1 i Papua
Monumen peringatan Tsunami di Leone, Leone Healing Garden. – RNZ Pacific/Dominic Godfrey

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Untuk mengenang 10 tahun sejak serangan tsunami yang membunuh 180 orang di Polinesia, Dominic Godfrey dari RNZ Pacific kembali ke dua negara Samoa.

Posel itu tiba dari US Geological Survey beberapa saat sebelum buletin berita jam 7 pagi RNZ Pacific. Posel itu menginformasikan terjadinya gempa besar di dekat pulau-pulau Samoa.

Hari itu adalah Selasa tanggal 29 September. Tahunnya, 2009.

Pada saat kita mulai mengecek gempa dan tingkat keparahannya, kita mulai menerima peringatan, gelombang tsunami sudah mencapai daratan.

Gempa berkekuatan 8,3 SR yang memicu tsunami itu adalah gempa terkuat di planet ini tahun itu.

Berita mulai berdatangan tentang gelombang setinggi 15 kaki dan dampaknya yang menghancurkan Samoa. Dan mengenai korban-korban pertama. Bagi seorang Selandia Baru-Samoa, dengan keluarga dan desa di pantai selatan, saya hanya bisa menunggu.

Loading...
;

Samoa terkena dampak yang terburuk dengan 149 kematian, sementara Samoa Amerika dan Tonga kehilangan masing-masing 31 dan sembilan jiwa.

Kematian pertama yang saya terima adalah Tui Annandale, istri dari sepupu saya, Joe Annandale. Saya belum pernah melihatnya lagi sejak fa’aipoipoga saudari perempuan saya, acara pernikahan yang ramai dengan keluarga dan kebahagiaan.

Samoa selalu ada dalam ingatan saya sebagai tempat dimana saya merasa paling bahagia. Saya berusaha untuk kembali ke rumah setiap beberapa tahun sekali. Setelah tsunami itu saya berhenti pulang.

Sampai tahun ini.

Falealili

Kunjungan pertama saya adalah melihat sepupu saya, Joe, di hotelnya di pantai selatan, Sinalei yang indah terletak di sebelah barat Siumu, di bawah jalan lintas-pulau Upolu.

Hotel itu adalah satu dari banyak lainnya yang berdiri di jalur gelombang tsunami hari itu.

Saya melayangkan pandangan ke paviliun di atas laguna – tempat saudari perempuan saya menikah – telah digantikan dengan paviliun yang lebih besar. Tuatagaloa – sebutan kepemimpinan adat Joe dari Desa Poutasi – berkata satu dekade terakhir merupakan dekade yang bagi seluruh distrik Falealili.

Menghadapi prospek peringatan 10 tahun, dia berkata kepada saya bahwa dia ingin mengenang apa yang telah terjadi dan apa artinya semua itu.

Dia mengingatkan saya akan pepatah Samoa tentang menghadapi bencana dan tragedi, dan bagaimana pepatah itu memiliki makna tentang kemampuan untuk belajar dari kesulitan and tragedi, dan melakukan hal-hal yang lebih baik untuk diri kita sendiri dan orang lain.

E moe ma manu e le fati ae ala mai mala e atia’e.

Salah satu berkat itu adalah dukungan yang diterima dari luar negeri, menurut Tuatagaloa. Ia merujuk pada Poutasi Memorial Hall.

“Aula itu dibangun oleh teman-teman kita yang terkasih, Locky Mulholland khususnya, dan ada yang beberapa orang lain juga, yang datang setelah tsunami dan bertanya kepada kita apakah ada apa-apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu kita,” jelas Tuatagaloa.

Sejak itu, pekerja-pekerja RSE juga telah menyebabkan daerah itu terlihat lebih modern – mobil baru, rumah-rumah yang lebih baik dan terawat, katanya.

Lalomanu

Bergerak ke arah timur, saya mengunjungi Desa Aleipata, Lalomanu, dan pemilik hotel dan restoran tepi pantai yang juga diserang tsunami.

Saya sudah pernah bermalam di Taufua Beach Fales berkali-kali sebelumnya.

Taufua Sili Apelu dan istrinya, Fa’afetai, telah menjalankan usaha itu dari tahun 1990-an akibat usia Taufua Fuimaono Leifi Lesiolagi Taufua, ayah Fa’afetai, terus menua.

“Dia meminta kita, putrinya Fa’afetai dan saya sendiri, untuk mengambil alih menjalankan beach fales, termasuk menjaga keluarganya,” kata Sili Apelu, yang menjelaskan bahwa meskipun ia menikah ke dalam keluarga Taufua, mereka baru saja memberikan nama keluarga Taufua juga kepadanya.

Ketika tsunami menghancurkan mata pencaharian mereka, pada saat yang bersamaan keluarga itu kehilangan 14 dari 28 anggota keluarganya. “Tujuh dari mereka adalah anak-anak, dari usia 11 bulan hingga 9 tahun. Yang tertua berusia 9 tahun, cucu perempuan kita,” katanya.

“Dan tentu saja, kita juga kehilangan ayah kita, Taufua. Dia berusia 97.”

Meskipun mengalami musibah yang sangat mengenaskan, keluarga yang berduka ini menunjukkan ketabahan dan kekuatannya dengan memutuskan untuk membangun kembali usaha itu. Pada akhir Januari 2010, rumah makan mereka telah dibangun kembali dan beroperasi.

Bukan hanya tamu mereka yang tetap loyal, menurut Taufua.

Ketika keluarganya mendekati bank dengan rencana mereka untuk membangun kembali beach fales, bank itu dengan tangan terbuka membantu keuangannya dan membebaskan pembayaran pinjaman kembali untuk enam bulan pertama, katanya.

Pada akhir Mei 2010, hanya enam bulan setelah hancur total, Taufua Beach Fales telah dibangun kembali dan ramai dengan pengunjung.

Perubahan iklim

Pemilik-pemilik usaha di Lalomanu setuju bahwa pola cuaca telah berubah dalam satu dekade terakhir.

Dalam 18 bulan terakhir, erosi pantai yang terjadi tidak seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dapat membahayakan bangunan di pinggiran pantai mereka jika terus berlanjut.

Ombaknya juga menyebabkan sering terjadi air pasang di Taufua Beach Fales.

“Sekarang kita memiliki tantangan baru dengan perubahan iklim,” kata Taufua yang, setelah mempertimbangkan keberlanjutan bisnisnya, memutuskan untuk mengembangkan akomodasi baru jauh di daratan.

Samoa Amerika

Setelah dua puluh menit penerbangan, saya tiba di Samoa Amerika. Saya mengunjungi desa keluarga saya di Leone yang terkena dampak tsunami. Sebelas dari 31 kematian yang dilaporkan di wilayah Amerika Serikat itu terjadi di barat daya, desa-desa pesisir pantai.

Stacey Salave’a selamat dari tsunami itu setelah hanyut ke dalam hutan-hutan bakau yang meredam kekuatan gelombang tsunami. Rambutnya yang panjang terlilit di tanaman, yang mungkin menyelamatkan tubuhnya yang tidak sadarkan diri dari tenggelam.

“Tidak ada peringatan.”

Sejak tsunami itu, iklim yang terus berubah juga menjadi kekhawatiran di Leone.

Perwakilan rakyat dari daerah Fono, Andra Samoa, berkata frekuensi kejadian cuaca ekstrem dan ketidakpastiannya telah menjadi lebih nyata.

Di kedua negara Samoa itu, sudah ada persiapan jika tsunami terjadi lagi. Sirine peringatan tsunami di pantai beroperasi penuh dan terhubung langsung dengan kantor-kantor penanggulangan bencana regional.

Peringatan 10 tahun

Untuk menandai peringatan 10 tahun tsunami, bendera akan dikibarkan setengah tiang di segenap Samoa Amerika, mulai dari matahari terbit pada hari Sabtu, 28 September, hingga matahari terbenam Minggu, 29 September.

Pemerintah wilayah itu juga mengadakan upacara peringatan pada hari Sabtu, 28 September.

Di Leone, peringatan tsunami 2009 akan berpusat di sekitar Taman Penyembuhan Leone Healing Garden, monumen peringatan yang didedikasikan untuk para korban tsunami and dirawat oleh Andra Samoa dan Stacey Salave’a.

Di Lalomanu, peringatan untuk para korban diadakan di gereja desa, sementara di Poutasi, plakat di Poutasi Memorial Hall akan dibuka dan nama-nama penduduk desa yang kehilangan nyawa mereka akibat tsunami dapat dilihat. (RNZ Pacific)


Editor : Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top