HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Peringati 55 tahun Trikora, gerakan kemerdekaan Papua terus desak MSG

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Wamena, Jubi – Gerakan kemerdekaan Papua akan menggelar aksi damai tepat pada peringatan 55 tahun peristiwa (Tri Komando Rakyat) Trikora 19 Desember 1961 dan pertemuan Melanesian Spearhead Group (MSG) yang direncanakan pada tanggal 20-23 Desember 2016.

Ketika negara Indonesia memaknai Trikora sebagai momentum penting perebutan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda, namun bagi gerakan kemerdekaan Papua Trikora justru dikatakan sebagai permulaan aneksasi bangsa Papua Barat ke Indonesia dan penyebab terjadinya pelanggaran HAM Papua yang berdampak pada kepunahan bangsa Papua.

Peringati 55 tahun Trikora, gerakan kemerdekaan Papua terus desak MSG 1 i Papua

Sehingga, menurut gerakan ini, keanggotaan penuh Papua Barat  di MSG, merupakan pengakuan penting sekaligus penyelamatan identitas kebangsaan Melanesia West Papua yang telah dihancurkan oleh peristiwa yang mereka sebut sebagai aneksasi tersebut.

“Tanggal 19 Desember ini bertepatan dengan Hari Aneksasi bangsa Papua Barat atau dikumandangkannya Trikora sebagai awal terjadinya perampasan, pembunuhan pelanggaran HAM di Papua. Aksi ini sekaligus sebagai bentuk dukungan rakyat Papua kepada ULMWP agar diterima sebagai anggota penuh MSG,” ujar Dominikus Surabut, sekretaris panitia aksi damai 19 Desember kepada Jubi melalui telepon di Wamena, Kamis (15/12/16).

Aksi yang akan digelar oleh United Liberation Movement for West Papua  (ULMWP) selaku penanggung jawab dan dilaksanakan oleh tiga Faksi gerakan kemerdekaan Papua, yaitu WPNLC, NFRPB dan PNWP di wilayah Lapago akan dipusatkan di lapangan Sepak Bola Kama Wamena.

“Kami rakyat Papua Barat terancam punah berawal dari Trikora 1961 itu yang dikeluarkan Presiden Soekarno, maka aksi tanggal 19 Desember di dua momen (Trikora dan dukungan MSG)  itu kami menuntut hak hidup rakyat Papua melalui keanggotaan penuh ULMWP di MSG sebagai solusi penyelamatan rakyat bangsa Papua dari kepunahan,” ungkap Dommi.

Senada dengan itu, Ketua KNPB Wilayah Lapago, Simeon Dabby juga menegaskan bahwa momentum 19 Desember penting bagi sejarah bangsa Papua.

“Trikora 19 Desember 1961 dilakukan setelah Manifesto politik Papua 1 Desember 1961  sebagai tonggak kemerdekaan Papua, namun Soekarno ‘mencaplok’ teritori West Papua, dan sejak itu ribuan rakyat Papua Barat dibantai, dibunuh, disiksa dalam berbagai operasi militer yang dilakukan oleh Negara terhadap rakyat Papua Barat” kata Simeon sembari membenarkan bahwa KNPB kembali akan memediasi aksi bersama tanggal 19 Desember tersebut, seperti yang dilakukan pada 10 Desember lalu.

Operasi Trikora (Tri/tiga Komando Rakyat) adalah operasi yang diumumkan Presiden Soekarno di Alun-alun Utara Yogyakarta, untuk merebut kembali atau menggabungkan wilayah Papua ke dalam Indonesia. Isi Trikora adalah “Gagalkan “Negara Papua” bikinan kolonial Belanda; Kibarkan sang merah putuh di Irian Barat tanah air Indonesia; dan mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa Indonesia.(*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top