Follow our news chanel

Previous
Next

Perlindungan data konsumen e- commerce minim

Foto ilustrasi, perlindungan data pribadi. - pixabay.com
Perlindungan data konsumen e- commerce minim 1 i Papua
Foto ilustrasi, perlindungan data pribadi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Selasa – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies, Ira Aprilianti menyatakan perlindungan konsumen e-commerce di Tanah Air, termasuk dalam hal perlindungan data pribadi konsumen, masih minim. Padahal GlobalWebIndex menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki tingkat pengguna e-commerce terbesar di dunia.

Ira Aprilianti menyatakan minimnya perlindungan konsumen e-commerce  disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menuntut perlindungan data pribadi. “Permasalahannya adalah awareness atau kesadaran masyarakat. Masyarakat sebagai konsumen belum paham urgensi  perlindungan data pribadi dan hak  mereka sebagai konsumen,” kata Ira di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Ira menyatakan data pribadi yang diberikan pengguna layanan e-commerce kerap disalahgunakan dan diakses untuk kepentingan di luar transaksi. Dalam beberapa kasus yang berkaitan dengan perusahaan financial technology (fintech), data konsumen disebarluaskan dan diperjualbelikan tanpa seizin konsumen.

Ira menyebut pemerintah tidak berupaya maksimal untuk melindungi konsumen e-commerce di Indonesia. Menurutnya, pemerintah harus berupaya meningkatkan perlindungan konsumen e-commerce dengan kebijakan yang mengedepankan prinsip perlindungan data pribadi konsumen.

Menurut Ira, Indonesia sudah memiliki Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. PP itu sudah mengatur beberapa hal, seperti larangan untuk membagikan dan menggunakan data konsumen kepada pihak ketiga, dan batasan data apa saja yang boleh digunakan oleh penyedia layanan e-commerce.

Namun PP itu belum memiliki parameter yang jelas untuk mengukur sejauh mana kinerja para penyedia layanan e-commerce dalam mematuhi regulasi yang berlaku. Itulah mengapa Indonesia membutuhkan aturan baru yang lebih tegas terkait perlindungan data pribadi.

Loading...
;

Berdasarkan GlobalWebIndex, Indonesia merupakan negara dengan tingkat pengguna e-commerce terbesar di dunia. Pada 2018, transaksi e-commerce Indonesia mencapai 20,3 juta dolar AS. Nilai itu 3,3 juta dolar AS jika dibandingkan dengan nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2017.

Sementara itu, McKinsey memperkirakan industri e-commerce di Indonesia akan tumbuh sepanjang 2017-2022. Selain mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia, e-commerce juga menyediakan lapangan kerja bagi 26 juta warga Indonesia. Akan tetapi, pertumbuhan berkelanjutan e-commerce di Indonesia bergantung kepada upaya pemerintah melindungi konsumen e-commerce.

“Ada beberapa persoalan yang berpotensi menghambat pertumbuhan perdagangan e-commerce di Indonesia. Yang pertama adalah belum adanya regulasi mengenai perlindungan data pribadi. Pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi sangat mendesak sebagai bentuk perlindungan kepada konsumen e-commerce,” kata Ira.

RUU Perlindungan Data Pribadi idealnya mengatur hak dan kewajiban antara penyedia layanan dengan konsumen. RUU itu juga harus mengatur batasan penggunaan data pribadi dan data apa saja yang boleh diakses oleh penyedia layanan e-commerce. “Sayangnya pembahasan RUU itu tertunda karena harus menunggu selesainya pembahasan Omnibus Law,” ujar Ira.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

This error message is only visible to WordPress admins

Error: API requests are being delayed for this account. New posts will not be retrieved.

Log in as an administrator and view the Instagram Feed settings page for more details.

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top